Jaga Kualitas Udara, Transportasi Resmi Asian Games Berbahan Bakar Gas

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior bus baru Scania Low Entry City di Balaikota, Jakarta, 11 Maret 2016. Bus asal Swedia ini, berbahan bakar gas (BBG) sehingga ramah lingkungan. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Interior bus baru Scania Low Entry City di Balaikota, Jakarta, 11 Maret 2016. Bus asal Swedia ini, berbahan bakar gas (BBG) sehingga ramah lingkungan. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah mengatakan transportasi resmi Asian Games 2018 akan menggunakan kendaraan bahan bakar gas. "Kami semua sepakat menggunakan kendaraan bahan bakar gas," kata dia di Kantor KLHK, Jumat, 13 Juli 2018.

    Penggunaan BBG tersebut , terkait penjagaan kualitas udara Jakarta dan Palembang yang baik. Saat ini, rata rata partikular mikro 2,5 di Jakarta, masih pada angka 40 mikrogram per meter kubik.

    BACA: DKI Kebut Bereskan Trotoar Sebelum Asian Games 2018, Bisakah?

    Padahal, standar maksimum udara dari badan kesehatan dunia WHO, ialah 25 mikrogram per kubik. Karliansyah menuturkan masih mengusahakan untuk menurunkan angka tersebut.

    Namun, Karliansyah menambahkan, angka maksimal partikular mikro 2,5 secara nasional ialah 65 mikrogram per kubik. Jika dilihat dari standar nasional, udara Jakarta masih tergolong aman.

    BACA: Ini Catatan Waktu Pesaing Lalu Muhammad Zohri di Asian Games 2018

    Penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta, kata Karliansyah, ialah debu dari pembangunan infrastruktur dan emisi dari kendaraan bermotor. "Kalau sumber-sumber ini bisa kita tekan, Insya Allah bisa turun," ujar dia.

    Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dasrul Chaniago menjelaskan partikular mikro 2,5 merupakan debu halus yang dapat masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. Jika terus terhirup akan menyebabkan penyakit pernapasan, hingga kanker paru-paru.

    Baca berita tentang Asian Games di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.