Menjelang Asian Games Kualitas Udara Jakarta Masih di Bawah Standar WHO

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

    Polusi udara di Jakarta dengan tingkat pencemaran yang berbahaya. Pada tanggal 16 Mei 2018, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan Jakarta berada di posisi pertama dalam indeks kualitas udara terburuk di dunia. Pemerintah juga menerapkan pembatasan lalu lintas dalam upaya memperbaiki kualitas udara.

    TEMPO.CO, Jakarta- Menjelang Asian Games 2018, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Karliansyah mengatakan sedang berusaha menurunkan partikular mikro 2,5 di udara Jakarta dan Palembang. Dia menjelaskan beberapa upaya yang sedang dilakukan.

    "Untuk Jakarta, karena ada pengaruh dari pembangunan infrastruktur. Memang rata-rata angkanya masih di 38 mikrogram per meter," kata Karliansyah di Kantor KLHK, Jumat, 13 Juli 2018.

    BACA: Dukung Asian Games, Kemenhub Siapkan 5 Bus Air untuk Wisatawan

    Namun, untuk di kota Palembang, Karliansyah menuturkan kondisi udaranya sangat baik. Dia mengatakan partikular mikro 2,5 di sana hanya 8 mikrogram per meter kubik.

    Kondisi udara dan persebaran partikular mikro, ujar Karliansyah, berkaitan dengan kebugaran atlet saat bertanding. Sehingga, dia mengusahakan untuk menurunkan PM 2,5 di Jakarta.

    BACA: DPR : Asian Games 2018 Bisa Tingkatkan Perekonomian Nasional

    Rata-rata angka partikular mikro 2,5 di Jakarta, perharinya 40 mikrogram per meter kubik. Padahal, menurut standar kesehatan WHO, angka batas PM 2,5 adalah 25 mikrogram per meter kubik.

    Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dasrul Chaniago menjelaskan partikular mikro 2,5 merupakan debu halus yang dapat masuk ke dalam sistem pernapasan manusia. Jika terus terhirup akan menyebabkan penyakit pernapasan, hingga kanker paru-paru.

    Baca berita tentang Asian Games lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?