Minggu, 23 September 2018

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini di 14.350 - 14.320

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    Seorang karyawan money changer menghitung uang kertas Rupiah, di Jakarta, 15 Desember 2014. Majalah The Economist menyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. Adek Berry/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Analis Panin Sekuritas William Hartanto memprediksi nilai tukar rupiah cenderung menguat hari ini, Jumat, 13 Juli 2018. William memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.350 - Rp 14.320.

    "Hal yang menjadi faktor, yaitu take profit oleh pelaku pasar atau akan dominan aksi jual," kata William saat dihubungi, Jumat, 13 Juli 2018.

    Baca juga: Rupiah Melemah, Pemasok Obat BPJS Bingung Naikkan Harga

    Take profit merupakan batasan harga tertinggi atau keuntungan yang akan didapatkan. Hal itu terjadi ketika order terkena batasan, maka posisi akan tertutup otomatis dan profit.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 14.435 pada penutupan Kamis, 12 Juli 2018. Angka tersebut menunjukkan pelemahan 44 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.391 pada penutupan Rabu, 11 Juli 2018.

    Sedangkan pada 12 Juli 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.507 dan kurs beli Rp 14.363.

    Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.380 - Rp 14.368. "Meski terjadi penguatan namun, tidak sepenuhnya didukung oleh sentimen yang ada di mana pergerakan dolar Amerika Serikat terapresiasi dengan memanfaatkan sentimen rilis data ekonominya dan melemahnya JPY," kata Reza.

    Masih rentannya rupiah, kata Reza, dapat menghalangi potensi kenaikan lanjutan sehingga perlu dicermati berbagai sentimen, terutama pergerakan sejumlah mata uang global terhadap dolar AS. Reza mengatakan perlu untuk tetap mencermati dan mewaspadai potensi pelemahan lanjutan nilai tukar rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.