Minggu, 22 Juli 2018

Fahri Hamzah Kritik 3 Hal Ini ke Susi Pudjiastuti

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Susi Pudjiastuti (kiri) dan Fahri Hamzah. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    Susi Pudjiastuti (kiri) dan Fahri Hamzah. TEMPO/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah menyampaikan kritiknya mengenai kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Melalui akun Twitter-nya, @fahrihamzah mengatakan sejauh kepemimpinan Menteri Susi, kehidupan nelayan makin susah dan sengsara.

    Fahri berujar kini para nelayan makin sulit melaut. Di sisi lain, gebrakan Susi dengan tagline-nya, "Tenggelamkan!", membuat orang-orang terkesima. "Mereka menangis. Lalu, dengan segenap popularitas, Ibu berjuang untuk siapa?" cuit Fahri lagi, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: Gaji PNS Diusulkan Naik, Fahri Hamzah: Biasa Menjelang Pemilu

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu lalu menyebut tiga kesalahan Susi Pudjiastuti. Pertama, Fahri menyebut Susi membuat nelayan sengsara. Padahal, menurut dia, tugas Susi semestinya membuat nelayan hidup bahagia.

    "Ibu boleh punya alasan konservasi dan lainnya, sampai ibu dipuji dunia. Tetapi Ibu perlu tahu, kaum kapitalis global maunya kita membersihkan laut kita dengan membatasi rakyat kita sendiri setelah mereka kotori laut kita berabad-abad," cuit Fahri.

    Baca: Fahri Hamzah Komentari Sri Mulyani Jadi Menteri Keuangan Terbaik

    Kedua, Fahri mengingatkan bahwa tugas Susi bukanlah menegakkan hukum. Komentarnya itu terkait dengan usulan Menteri Susi untuk merevisi Undang-undang Perikanan berkaitan dengan sanksi penenggelaman kapal terhadap kapal pencuri ikan asing.

    "Saya sudah baca UU yang sekarang ibu mau ubah. Memang Gak ada dan tidak boleh. Konsep poros maritim itu bukan menyulap Menteri Kelautan menjadi penegak hukum. Kenapa ibu mengambil pekerjaan polisi dan tentara?" cuit Fahri lagi.

    Ketiga, Fahri menilai konservasi ikan yang digalakkan Susi menimbulkan persyaratan yang mempersulit nelayan. Padahal, masyarakat yang berpencaharian nelayan sejatinya hanya mengandalkan hasil laut sebagai penghidupannya.

    "Kalau ikan hanya ditangkap oleh industri besar terus rakyat kecil dilarang menangkap lalu untuk siapa ibu jadi menteri? Sementara ekspor laut kita juga Turun dan rakyat menangis akibat aparat yang menangkapnya padahal turun temurun sudah begitu," kata Fahri.

    Perdebatan Fahri dan Susi dipicu kritik Fahri terhadap pernyataan Susi di twitter. Dalam media tersebut, Susi menyatakan bahwa pemberantasan illegal fishing atau pencurian ikan oleh kementeriannya adalah langkah awal untuk menciptakan kesadaran cinta laut kepada seluruh warga.

    Atas pernyataan itu, Fahri mencuit. "Dikasih waktu 5 tahun dijadikan langkah awal...seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggungjawab atas amanah namanya...kalau 5 tahun lagi kan belum tentu terpilih," kata Fahri dalam akun @fahrihamzah pada Rabu malam, 11 Juli 2018.

    Atas kritik itu, Menteri Susi tak tinggal diam dengan membalas kritikan Fahri Hamzah melalui akun Twitter-nya. Ia merasa Fahri hanya membaca pernyataannya sepotong saja. "Sebaiknya baca seluruh statemen saya. Jangan dipotong separuh separuh. Akhirnya seolah seperti yg anda pikir. Naif !!!" cuit akun @susipudjiastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.