Minggu, 23 September 2018

Jokowi Ingin Omzet Koperasi Triliunan Rupiah: Kuncinya Amati Tiru

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditemani Kapolri Tito Karnavian saat menyampaikan sambutannya di hari ulang tahun Bhayangkara ke-72 yang terlihat dari layar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi ditemani Kapolri Tito Karnavian saat menyampaikan sambutannya di hari ulang tahun Bhayangkara ke-72 yang terlihat dari layar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan koperasi di Indonesia bukan tidak mungkin menjadi perusahaan yang besar jika mampu beradaptasi di era teknologi. Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional, di depan penggiat koperasi Jokowi menyebutkan banyak contoh sukses dari koperasi-koperasi di dunia, antara lain Fontera di Selandia Baru dan Ocean Spray di AS, yang mampu bertransformasi menjadi perusahaan dengan omzet hingga triliunan rupiah.

    "Coba datangi saja, bagaimana cara memulainya, apa kuncinya. Belajar di sana 1-2 pekan bisa. Orang kita ini pintar-pintar kalau suruh ngopi, modifikasi, dan tiru," ujarnya di Tangerang, Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca juga: Perindo Deklarasikan Dukungan untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Jokowi mencontohkan Koperasi Fontera di Selandia Baru yang bergerak di produksi susu segar dan memiliki 500 petani. Saat ini, Fontera menghasilkan omzet sekitar 17,2 miliar dolar Selandia Baru, setara dengan Rp150 miliar, per tahunnya.

    Yang lebih mengagetkan, Fontera bahkan sudah merebut pasar dunia hingga 30 persen dari total ekspor susu di dunia. Lain lagi dengan Ocean Spray yang hanya berbisnis dari komoditas cranberry sampai menghasilkan omzet milliaran dolar AS.

    Jokowi juga mengungkapkan sudah ada beberapa koperasi di Indonesia yang memiliki kinerja cemerlang. Salah satunya adalah Kospin Jasa yang melalui anak usahany, PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi (JMAS), mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun lalu.

    "Namanya koperasi harus menjadi wadah inovasi dan penggerak inovasi. Dengan skala ekonomi yang besar, koperasi harus memiliki efisiensi di produksi dan distribusi," katanya.

    Baca juga: Diperiksa Bawaslu Soal Iklan Perindo, Hary Tanoe: Sudah Saya Jelaskan

    Jokowi menambahkan keberpihakan pemerintah dalam mendukung perkembangan koperasi dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia di antaranya dengan menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) final untuk UKM menjadi 0,5% dari yang sebelumnya sebesar 1 persen.

    "Karena dari 1 persen itu angka yang besar, kemudian dipotong separuh jadi 0,5 persen ya seneng dong. Sehingga ruang yang 0,5 persen bisa dipakai ekspansi, modal investasi, dan membesarkan usaha. Saya kira arahnya ke sana," kata Jokowi.

    Berdasarkan 2017 World Cooperative Monitor Rankings yang dirilis International Cooperative Alliance (ICA), koperasi dengan pendapatan terbesar di dunia adalah Groupe Crédit Agricole dari Prancis yang mencatatkan turnover US$80,39 miliar. Dari 300 koperasi yang masuk dalam daftar tersebut, tidak ada koperasi dari Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.