Rabu, 14 November 2018

Harga Avtur RI Terlalu Mahal, Menhub Akan Temui Pertamina

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pemeriksaan rutin pada tangki timbun di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Pontianak, Kalimantan Barat, 14 Oktober 2017. TBBM Pontianak setiap harinya mendistribusikan Premium, Pertamax, Pertalite, Solar dan Avtur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Petugas melakukan pemeriksaan rutin pada tangki timbun di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina di Pontianak, Kalimantan Barat, 14 Oktober 2017. TBBM Pontianak setiap harinya mendistribusikan Premium, Pertamax, Pertalite, Solar dan Avtur. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui harga avtur di Indonesia lebih mahal 20 persen dibanding harga internasional. Budi meminta harga avtur tersebut bisa diturunkan hingga 10 persen.

    "Sebenarnya kalau diturunkan 10 persen, masih oke, kami minta harganya ditekan 10 persen," kata Budi seusai acara Investment Award 2018 di BKPM, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

    Budi mengatakan bakal segera menemui PT Pertamina (Persero) untuk membahas kemungkinan menurunkan harga avtur yang terbilang mahal. "Ya nanti saya tugaskan Dirjen Udara ke sana dalam minggu depan," ucapnya.

    Baca:
    Minyak Mentah Turun, Pertamina Sesuaikan Harga Avtur

    Hal tersebut dikatakan Budi merespons hasil rapat di Istana Bogor pada Senin, 9 Juli 2018, tentang insentif bagi maskapai berbiaya murah atau low cost carrier (LCC). Insentif itu mencakup tiga hal. Pertama, memperluas jaringan dan operasional maskapai penerbangan bertarif rendah nasional agar fleksibilitas mereka ke berbagai tempat di seluruh Indonesia berjalan baik.

    Kedua, menurunkan harga avtur yang, menurut Budi, lebih mahal 20 persen di Indonesia daripada harga internasional. Ketiga, menghitung ulang tarif LCC. "Kami sudah bahas dengan INACA (Indonesia National Air Carriers Association) tentang konsep apa yang akan kami lakukan berkaitan dengan LCC. LCC ini penting," kata Menhub setelah menghadiri Indonesia Development Forum (IDF) 2018 di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baca:
    Depot Mini Pertamina Salurkan Avtur Bandara Berau

    Pemerintah menyiapkan strategi yang mampu memperkuat ekspor atau aktivitas yang menghasilkan devisa. "Kami juga menekankan para operator penerbangan harus efisien sehingga menentukan batas bawah, segala sesuatu dengan mereka, harus kami bahas secara integrated. Jangan membuat suatu peraturan yang nanti justru memberi bumerang bagi industri itu sendiri," ujar Menhub Budi Karya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?