Senin, 24 September 2018

Jokowi Senang Kontribusi Koperasi Makin Meningkat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengamati ikan ketika meninjau pameran dan forum Indo Livestock 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018. Pameran yang diikuti pelaku industri, peneliti, pemerhati, produsen, serta perwakilan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang peternakan tersebut diikuti 550 peserta dari 40 negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi mengamati ikan ketika meninjau pameran dan forum Indo Livestock 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018. Pameran yang diikuti pelaku industri, peneliti, pemerhati, produsen, serta perwakilan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang peternakan tersebut diikuti 550 peserta dari 40 negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sangat senang perkembangan koperasi Indonesia sudah mulai meningkat termasuk dari sisi kontribusi terhadap PDB (Produk Domestik Bruto).

    "Saya sangat senang sekali bahwa perkembangan koperasi sudah ada peningkatan yang cukup baik, kontribusi koperasi terhadap PDB ini 4,48 (persen) dari sebelumnya 3,99 (persen)," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 12 Juli 2018.

    BACA: Strategi Jokowi Antisipasi Ancaman Perang Dagang AS

    Ia mengatakan, ada peningkatan yang cukup baik dari sisi perkembangan koperasi di Tanah Air. Sayangnya menurut dia, belum ada loncatan yang signifikan dari koperasi.

    "Tetapi belum meloncat, yang kita inginkan sebuah lompatan sistem ekonomi gotong royong yang kita miliki," katanya.

    Meski ia mendengar ada koperasi di Indonesia yang sudah masuk bursa sekitar tiga bulan yang lalu. "Dari Kospin Jasa, kita harus mulai ke arah-arah itu, koperasi harus mulai ke arah-arah itu," katanya.

    Menurut Jokowi, saat ini di era teknologi perkembangan terjadi sangat cepat dan dinamis. Dahulu ketika ponsel belum ada, siapapun yang ingin menelepon harus menggunakan telepon kabel. Tak lama kemudian berkembang GSM dengan berbagai merek ponsel yang berkembang ketika itu.

    "Lalu ada smartphone (telepon pintar) yang sudah jadi telepon genggam Android dengan berbagai variasi kita masuk lagi begitu sangat cepat dari tahun ke tahun," katanya.

    BACA: Jokowi Minta Momentum Pertumbuhan Ekonomi Terus Ditingkatkan

    Kini perkembangan telah merujuk ke era Google, Facebook, YouTube, Instagram, di dalam negeri ada Go-Jek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Blibli.

    "Semua harus kita ikuti. Perkembangan seperti ini harus kita lihat, semua harus melihat perkembangan-perkembangan seperti ini, bagaimana koperasi masuk ke teknologi digital," kata Jokowi.

    Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyematkan anugerah kepada sejumlah tokoh yang menerima penghargaan serta meninjau Harkopnas Expo 2018 yang memamerkan produk-produk koperasi Indonesia.

    Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat di antaranya Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, dan Ketua Dekopin Nurdin Halid.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.