Senin, 24 September 2018

Studi Kelaikan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Cilacap Masih Diproses

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pembangunan jalan tol. Tempo/Subekti

    Ilustrasi Pembangunan jalan tol. Tempo/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Adhi Karya Tbk. menargetkan hasil studi kelaikan rencana pembangunan jalan tol prakarsa Solo-Yogyakarta-Cilacap sepanjang 237 kilometer (km) dapat rampung pada bulan ini.

    Manajer Investasi PT Adhi Karya Tbk. Lazarus Bambang mengatakan pihaknya masih memproses studi terkini terkait dengan pembangunan jalan tol yang masuk dalam rencana kerja perseroan pada tahun ini.

    Baca juga: Jalan Tol Bocimi Siap Digunakan pada September 2018

    "Timeline-nya itu untuk kajian, kami harapkan bisa selesai bulan ini, setelahnya bisa dilakukan market sounding, prakualifikasi, lelang, sampai penentuan pemenang," ujar Lazarus pada Selasa, 10 Juli 2018.

    Dalam studi tersebut, Adhi Karya berencana mendahulukan pembangunan jalan Tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo sebelum masuk ke tahap selanjutnya, yakni meneruskan pembangunan sampai ke Cilacap.

    Baca juga: Adhi Karya Investasi Rp 200 Miliar untuk Kembangkan Oase Park

    Pertimbangannya, kata Lazarus, rute Solo-Yogyakarta-Kulon Progo sudah memiliki traffic existing yang terkoneksi dengan jalan Tol Solo-Semarang dan Solo-Surabaya. Selain itu, rute tersebut juga dinilai strategis karena akan terkoneksi dengan Bandara Kulon Progo.

    "Rencananya, (jalan tol) Solo-Yogyakarta-Kulon Progo ini didahulukan pembangunan dan pengoperasiannya. Jadi, kami start dari Solo mengarah ke Yogyakarta," ujarnya.

    Dalam proyek pembangunan jalan tol tersebut, Adhi Karya menjadi calon pemrakarsa bersama DDT dan Gama Group. Perusahaan, ungkap Lazarus, hanya akan membidik kepemilikan sebesar 30-40 persen dari konsorsium tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kampanye Imunisasi MR Fase 2 Luar Jawa Masih di Bawah Target

    Pelaksanaan kampanye imunisasi MR fase 2 menargetkan hampir 32 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di 28 provinsi di luar Pulau Jawa. Hingga 10 Sep