Pasca Kebakaran Kemenhub, Kantor Pelayanan Kembali Normal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Baitul Ihwan saat konferensi pers soal kebakaran di gedung Kementerian Perhubungan, Senin, 9 Juli 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Baitul Ihwan saat konferensi pers soal kebakaran di gedung Kementerian Perhubungan, Senin, 9 Juli 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Baitul Ihwan mengatakan, saat ini pelayanan perizinan dan administratif di Kemenhub sudah berjalan normal. “Masyarakat kini dapat mengajukan perizinan yang dilayani oleh Kementerian Perhubungan,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 10 Juli 2018.

    Baitul menuturkan, pasca kebakaran ada gangguan pada beberapa aplikasi. Seperti Inaportnet, Simlala, SRUT dan lain-lain. Namun, saat ini aplikasi tersebut sudah pulih kembali dan pelayanan dapat dilakukan lagi. “Masyarakat silakan datang ke Kementerian Perhubungan di ruang Pelayanan Terpadu Satu Atap yang bertempat di Gedung Cipta Lantai 1,” tutur dia.

    BACA: Kebakaran Gedung, Kemenhub Pastikan Seluruh Dokumen Aman

    Soal dokumen yang terdapat di dalam ruangan tersebut, Baitul memastian tidak ada dokumen yang hangus saat kebakaran pada Minggu, 8 Juli 2018. Ia mengatakan api hanya berupa percikan dari listrik yang membakar kabel hingga mengeluarkan asap.

    Ia juga menjelaskan akibat kebakaran di Gedung Karya Kemenhub seluruh karyawan yang bekerja di gedung tersebut harus dipindahkan sementara. "Sebagian ada yang dipindahkan ke Medan Merdeka Timur dan Kemayoran," ujar dia.

    BACA: Gedung Terbakar, Kemenhub Jamin Proses Perizinan Tak Terganggu

    Kebakaran di gedung Karya diduga berawal dari ruang kamera pengawas closed-circuit television (CCTV) di lantai P1. Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Susilo, asap yang cepat menjalar ke lantai lain menyebabkan banyak orang terkurung dalam ruangan.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Subejo, mengatakan dalam kasus kebakaran Kemenhub, alat pendeteksi kebakaran tak berfungsi karena gedung tengah direnovasi. Namun, menurut Baitul, alarm tidak berbunyi karena tidak ada panas yang timbul. "Yang ditimbulkan bukan api, hanya asap," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.