Klarifikasi Polemik SKM, BPOM Mendadak Gelar Konferensi Pers

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers oleh Badan Pengawas Obat (BPOM) dan Makanan bersama sejumlah lembaga lain terkait temuan cacing dalam ikan makarel kaleng di Kantor BPOM, Jakarta, 6 April 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    Konferensi pers oleh Badan Pengawas Obat (BPOM) dan Makanan bersama sejumlah lembaga lain terkait temuan cacing dalam ikan makarel kaleng di Kantor BPOM, Jakarta, 6 April 2018. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendadak mengadakan konferensi pers hari ini, Senin, 9 Juli 2018. Konferensi pers diadakan menyusul terjadinya polemik soal penggunaan susu kental manis di masyarakat yang mencuat dalam seminggu terakhir.

    "Untuk memberikan informasi dan pemahaman mengenai susu kental manis yang saat ini sedang menjadi topik pembicaraan di masyarakat," demikian keterangan dari pihak BPOM di Jakarta.

    Polemik ini bermula saat BPOM menerbitkan edaran yang ditujukan untuk produsen, importir, dan distributor serta analognya produk susu kental manis. Dalam surat edaran nomor HK.06.5.51.511.05.18.2000 tahun 2018 itu dituliskan aturan tentang Label dan Iklan pada Produk Susu Kental dan Analognya (Kategori Pangan 01.3).

    BACA: BPOM Larang Susu Kental Manis Promosikan Produk ke Anak-anak

    Dalam surat yang diteken oleh Deputi Bidang pengawasan Pangan Olahan Suratmono, BPOM menyatakan edaran diterbitkan untuk melindungi konsumen anak-anak. "Dalam rangka melindungi konsumen utamanya anak-anak dari informasi yang tidak benar dan menyesatkan, perlu diambil langkah perlindungan yang memadai," ujar Suratmono dalam surat tertanggal 22 Mei 2018.

    Sejumlah kalangan pun mempertanyakan sikap dari BPOM. Sebab, produk susu ini telah beredar di pasaran hampir puluham tahun lamanya dan belum ada larangan tegas untuk dikonsumsi oleh anak-anak sebelumnya. Pasca-surat BPOM terbit juga diketahui kandungan gula pada susu kental manis jauh lebih besar melebihi kandungan susu asli.

    BACA: Tak Hanya Susu Kental Manis, Banyak Produk Tak Sesuai Ketentuan

    Belum usai ribut-ribut soal produk susu kental manis Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta BPOM juga mengawasi produk minuman sari buah. Menurut YLKI, minuman sari buah tak ubahnya seperti produk susu kental manis, yang diilustrasikan penuh kandungan buah tapi lebih banyak kandungan gula.

    Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta BPOM untuk memberikan penjelasan secara komprehensif soal isu susus kental manis ini. Sementara hari ini, Kepala BPOM Penny Lukito dijadwalkan untuk menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi Kesehatan DPR. Meski begitu, belum diketahui apakah isu ini akan ikut mencuat di dalam rapat nantinya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.