Anak Usaha Pelindo II Resmi Melantai di Bursa Saham Hari Ini

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga perusahaan hari ini, Senin, 9 Juli 2018, mulai melantai di bursa saham dengan mencatatkan sahamnya pada bursa efek domestik, yaitu PT Batavia Prosperindo Trans Tbk., PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. Ketiganya masing-masing bergerak pada sektor transportasi, terminal kendaraan, dan properti.

    Ketiga perusahaan tersebut merupakan emiten ke 24, 25, dan 26 yang menjadi penghuni baru Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD Nyoman Yetna Setia menyampaikan dengan melantainya ketiga perusahaan tersebut pada bursa efek, diharapkan GCG dan performa perusahaan akan semakin baik.

    Baca juga: Anak Usaha Mitra Adiperkasa IPO dengan Total Nilai Saham Rp 897 M

    "Dengan menjadi perusahaan tercatat, perusahaan harus berkomitmen untuk bagaimana menjaga utilisasi korporasinya ke depan dalam mempersiapkan aksi korporasi, jangan hanya berhenti pada IPO. Semoga saham perseroan menjadi incaran investor," ungkap Yetna di Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

    Pada pembukaan perdagangan, harga saham Batavia Prosperindo Trans atau BTPR dibuka pada harga Rp 170, atau meningkat 70 poin dari harga penawaran Rp 100, sedangkan saham Indonesia Kendaraan Terminal dibuka pada harga Rp 1.710, dari harga penawaran umum Rp 1.640.

    Baca juga: Net TV Bidik Rp 1 Triliun untuk IPO pada Kuartal III 2018

    Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro menyampaikan IPO Indonesia Kendaraan Terminal menunjukkan komitmen Kementerian BUMN untuk membuat minimal satu entitas anak Pelindo II melantai di bursa saham setiap semester.

    "Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN mendorong perusahaan membangun bisnis dan proyek strategis dengan melantai di bursa saham. Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami harap kinerja perusahaan akan lebih baik," ungkap Aloysius.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.