Sentimen Cadangan Devisa Menurun, IHSG Diprediksi Tertekan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    Tampilan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (24/10/2017).Foto Agung Rahmadiansyah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 9 Juli 2018, diperkirakan masih akan cenderung tertekan, karena sejumlah sentimen domestik dan eksternal.

    Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus mengatakan pada akhir pekan kemarin, Jumat 6 Juli 2018, indeks IHSG di tutup melemah. Indeks IHSG turun (-0.77%) ke level 5.694.

    Asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp338 milyar. Sektor infrastruktur mengalami kenaikan terbesar (+0.94%), sementara indeks regional ditutup masing-masing Nikkei (+1.12%), Hang Seng (+0.47%), dan Kospi (+0.68%).

    "Kami memprediksi IHSG hari ini cenderung tertekan, dengan support dan resistance di level 5.679 – 5.727," katanya dalam riset harian, Senin 9 Juli 2018. 

    Baca juga: IHSG Melemah ke Level 5.733 Mengekor Pelemahan Saham di Asia

    Menurut Kiwoom Sekuritas Indonesia, beberapa sentimen berikut akan mempengaruhi pergerakan pasar. Dari dalam negeri, para pelaku pasar tentunya memperhatikan rilis data cadangan devisa, di mana cadangan devisa pada akhir bulan Juni sebesar US$119,8 miliar turun dari sebelumnya pada akhir bulan Mei 2018 sebesar US$122,9 miliar.

    Penurunan ini tentunya akibat dari pembayaran utang luar negeri dan intervensi akibat volatilitas nilai tukar rupiah.

    Dari luar negeri, dimulainya perang tarif AS dan China, kondisi ini akan memberikan ketidakpastian akan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi dunia, karena para pelaku usaha ada kemungkinan akan menahan diri.

    Di lain sisi, ‘capital outflow’ masih terjadi hingga hari ini, tidak sebanyak beberapa pekan sebelumnya namun capital outflow ini tentu akan mempengaruhi kinerja IHSG.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.