Kemenperin: Revolusi Industri 4.0 Perlu Dua Hal Ini

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi beberapa pekerja sedang rapat serius. shutterstock.com

    Ilustrasi beberapa pekerja sedang rapat serius. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Ketahanan Industri dan Pengembangan Akses Industri Internasional, I Gusti Putu Suryawirawan, mengatakan revolusi industri 4.0 akan menaikkan pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen.

    "Supaya mendorong lebih tinggi, kita harus investasi lebih tinggi, kita membutuhkan lebih banyak pelaku industri di sini dan pekerja," ujar dia di Cikini, Sabtu, 7 Juli 2018.

    BACA: Kemenperin: Industri 4.0 Akan Ciptakan 10 juta Lapangan Kerja

    Dia menjelaskan hal yang paling penting dalam penerapan revolusi industri 4.0 ialah sumber daya manusia dan teknologi. Nantinya, pemerintah memberikan insentif bagi perusahaan yang melakukan pengembangan SDM.

    Gusti menuturkan hal tersebut dilakukan agar tidak adanya kekhawatiran para pekerja, peningkatan kompetensi tenaga terampil juga akan ditingkatkan. "Pemerintah sudah mulai program link and match untuk tenaga terampil," ujar dia.

    BACA: Menaker Sebut SDM Jadi Tantangan Terberat di Industri 4.0

    Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hertanto menyerahkan pemetaan 10 langkah industri 4.0. untuk mengembangkan industri manufaktur yang berdaya saing global. “Antara lain infrastruktur kita tangani,” ucap dia.

    Penyusunan pemetaan tersebut, kata Arilangga akan memberikan arah yang jelas bagi pergerakan industri di masa depan. Hal tersebut juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti pemerintah, asosiasi industri, pelaku usaha, penyedia teknologi, lembaga riset dan pendidikan.

    Ada lima sektor pengembangan industri manufaktur yang akan menjadi percontohan, juga menjalankan 10 inisiatif nasional. “Yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, dan elektronik,” tutur Airlangga.

    Baca berita tentang Revolusi Industri 4.0 lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.