Minggu, 21 Oktober 2018

Menhub Budi Karya Catat 4 Evaluasi Mudik Lebaran 2018, Apa Saja?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek kesiapan angkutan Lebaran 2018 di Bandara Soekarno Hatta, Ahad, 3 Juni 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat mengecek kesiapan angkutan Lebaran 2018 di Bandara Soekarno Hatta, Ahad, 3 Juni 2018. TEMPO/Kartika Anggraeni

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencatat empat poin yang perlu diperbaiki ihwal angkutan mudik Lebaran. Salah satunya dengan adanya jalan tol yang akan menyambung pada mudik tahun depan, ia berharap akan ada dampak ekonomi untuk kabupaten dan kota yang dilaluinya.

    "Kita punya Brebes, Pemalang, Cirebon, itu harus menjadi rest area yang hidup sehingga distribusi dari ekonomi ini bisa berjalan dengan baik. Ini tidak hanya di Pantai Utara, tapi juga di Pantai Selatan," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 7 Juli 2018.

    Baca: Rencana Mogok Pilot Garuda, Menhub Janji Audit Soal Keselamatan

    Kedua, Budi berharap ada peningkatan kapasitas angkutan umum pada mudik mendatang. Angkutan umum yang ia maksud meliputi pesawat, kereta api, kapal laut, dan bus.

    "Kapal laut yang selama ini kurang menjadi pilihan harus kembali dilirik oleh masyarakat, dan bus adalah tugas yang paling besar bagi kita untuk meningkatkan kapasitasnya," kata Budi Karya.

    Evaluasi selanjutnya adalah perlunya peningkatan pendaftaran mudik gratis dengan sistem digital. Dengan begitu, Budi Karya mengharapkan konsolidasi dapat berlangsung dengan lebih baik.

    Lebih lanjut, Budi Karya mengatakan, satu hal penting lain yang harus terus ditingkatkan adalah keselamatan. Menurut dia, dalam angkutan Lebaran tahun ini, jumlah pengguna sepeda motor turun 40 persen. Ia berharap angka pengguna sepeda motor itu bisa semakin ditekan pada mudik mendatang.

    “Dengan transportasi umum yang bagus, orang akan beralih pada transportasi massal, meninggalkan mobil atau sepeda motor. Dengan itu kecepatan naik, angka kecelakaan turun, dan keselamatan dapat terjamin,” ucapnya.

    Baca: Akibat Muatan Truk Berlebih, Kemenhub: Negara Rugi Rp 43 Triliun

    Menurut Budi Karya, berdasarkan pantauan Kementerian Perhubungan yang dilakukan selama masa angkutan Lebaran dari H-8 sampai H+8, dapat disimpulkan bahwa penurunan pengguna sepeda motor dan penurunan jumlah kejadian kecelakaan tidak terlepas dari terselenggaranya mudik gratis yang dilaksanakan pemerintah, BUMN, dan swasta.

    Program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan, BUMN, dan perusahaan swasta secara total mengalami kenaikan dibanding tahun 2017. Adapun mudik gratis sepeda motor mengalami kenaikan sebesar 42,74 persen dari 29.065 sepeda motor menjadi 41.468 sepeda motor, dan mudik gratis penumpang mengalami kenaikan 63,25 persen dari 171.606 orang menjadi 280.141 orang.

    Baca berita tentang Budi Karya lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.