Jokowi Siapkan Waktu Khusus Bahas Ancaman Perang Dagang AS

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mengamati ikan ketika meninjau pameran dan forum Indo Livestock 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018. Pameran yang diikuti pelaku industri, peneliti, pemerhati, produsen, serta perwakilan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang peternakan tersebut diikuti 550 peserta dari 40 negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Jokowi mengamati ikan ketika meninjau pameran dan forum Indo Livestock 2018 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat 6 Juli 2018. Pameran yang diikuti pelaku industri, peneliti, pemerhati, produsen, serta perwakilan lembaga pemerintah yang bergerak di bidang peternakan tersebut diikuti 550 peserta dari 40 negara. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan telah menyiapkan waktu khusus untuk membahas ancaman perang dagang Amerika Serikat terhadap Indonesia. "Saya kira nanti Senin kita bicara secara khusus mengenai hal itu," kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jumat, 6 Juli 2018.

    Ancaman tersebut merupakan dampak dari perang dagang AS dan Cina. Menjelang pemberlakuan tarif impor bagi Cina pada 6 Juli 2018, AS ternyata telah mengancam akan mencabut tarif bea masuk khusus untuk beberapa produk Indonesia.

    BACA: Kunjungi Pameran Peternakan di JCC, Ini yang Bikin Jokowi Terkesan

    Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan salah satu komoditas yang akan terkena adalah tekstil. "Dia (Presiden Amerika Serikat Donald Trump) sudah kasih kita warning karena ekspor kita lebih besar daripada ekspor mereka, beberapa special treatment yang dia beri ke kita mau dia cabut," ungkapnya di Halal Bihalal Apindo, Kamis, 5 Juli 2018.

    Menurut Sofjan, tidak ada satu pihak pun yang akan bisa mengukur efek perang dagang yang akan terjadi di masa depan. Secara pribadi, dia menasihati pengusaha di dalam negeri untuk menjaga cashflow masing-masing bisnisnya. "Jaga cashflow masing-masing karena efeknya tidak segera," ujar Sofjan.

    BACA: Jokowi dan Presiden World Bank Disambut Menu Bubur Kacang Hijau

    Sementara itu, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani membenarkan adanya upaya AS untuk meninjau kembali Generalized System of Preference (GSP) untuk beberapa produk Indonesia.

    "Itu termasuk plywood, kayu, produk pertanian, udang dan macam-macam. Tekstil sebenarnya tidak, tidak masuk di 120 itu," kata Shinta. Namun, Shinta melihat komoditas tekstil dapat terkena juga karena seluruh produk yang akan ditinjau.

    Pemerintah dan pengusaha Indonesia sudah dipanggil ke Amerika Serikat untuk melakukan dengar pendapat. Pada 19 Juli 2018, Shinta mengungkapkan pihak AS akan kembali mengundang untuk melakukan dengar pendapat lanjutan.

    Baca berita tentang Jokowi lainnya di Tempo.co.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.