Minggu, 22 Juli 2018

Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Menguat di Rp 14.350 - Rp 14.339

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.

    Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi menguat hari ini, Kamis, 5 Juli 2018. Reza memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 14.350 - Rp 14.339.

    "Pergerakan rupiah yang mampu memanfaatkan penguatan sejumlah mata uang hard currency lainnya selain USD (dolar AS) diharapkan dapat kembali terjadi seiring masih rendahnya nilai tukar rupiah dibandingkan USD," kata Reza Priyambada dalam keterangan tertulis, Kamis, 5 Juli 2018.

    Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.397 Hari Ini

    Meski demikian, kata Reza, tetap perlu dicermati dan diwaspadai jika kenaikan ini hanya bersifat sementara.

    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 14.343 pada penutupan Rabu, 4 Juli 2018. Angka tersebut menunjukkan penguatan 75 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.418 pada penutupan Selasa, 3 Juli 2018.

    Simak pula: Rupiah Terus Melemah, BI Lakukan Intervensi Pasar

    Sedangkan pada 4 Juli 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.415 dan kurs beli Rp 14.271.

    Reza mengatakan laju rupiah mampu bergerak positif dengan memanfaatkan penguatan EUR terhadap dolar AS. Pelaku pasar terlihat melepas dolar AS menjelang pengenaan tarif terhadap sejumlah barang-barang impor Cina.

    Di sisi lain, kata Reza penguatan rupiah turut terimbas kenaikan Cina Yuan atau CNY setelah bank sentral Cina, PBOC, melakukan upaya untuk menahan pelemahan mata uang tersebut.

    "Dalam kesempatannya, Gubernur Yi mengatakan bahwa bank sentral mengamati dengan seksama fluktuasi nilai tukar mata uang asing dan akan berusaha mempertahankan yuan pada tingkat yang stabil dan masuk akal serta arus modal yang masih terkendali," ujar Reza.

    Dari dalam negeri, kata Reza, adanya komentar dari Menko Perekonomian, Darmin Nasution, yang menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan II 2018 berkisar 5,2 persen hingga 5,3 persen cukup direspons positif. Komentar Darmin diharapkan menjadi sentimen positif untuk nilai tukar rupiah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bulan Juli Ada Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat

    Tanggal 15 Juli adalah Hari Es Krim Nasional di Amerika Serikat. Ronald Reagan menetapkan bulan Juli sebagai hari minuman yang disukai tua muda itu.