Pengumuman SBMPTN 2018,Fakultas Ekonomi dan Kedokteran Terfavorit

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksanaan SBMPTN dengan metode ujian tulis berbasis cetak di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 8 Mei 2018. Tempo/Irsyan

    Pelaksanaan SBMPTN dengan metode ujian tulis berbasis cetak di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Selasa, 8 Mei 2018. Tempo/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pengumuman SBMPTN 2018 menyebutkan bahwa Fakultas Ekonomi dengan program studi manajemen menjadi salah satu program pilihan favorit pendaftar, untuk kategori sosial humaniora.

    "Prodi yang paling banyak diminati hampir sama dengan tahun sebelumnya. Untuk kategori sains dan teknologi (saintek), yang paling banyak diminati adalah ilmu kedokteran, farmasi dan teknik informasi. Sementara untuk kategori sosial humaniora (soshum) yang paling banyak diminati adalah manajemen, akuntansi dan ilmu komunikasi," ujar Ketua Panitia Pusat SBMPTN, Ravik Karsidi, di Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    BACA: Calon Mahasiswa yang Diterima Melalui Jalur SBMPTN Naik 8 Persen

    Sementara, program studi baru yang diminati yaitu aktuaria dan ilmu komputer. Menurut Ravik, hal tersebut sesuai dengan kebutuhan revolusi industri 4.0.

    PTN yang paling banyak pendaftarnya untuk kategori saintek yakni Universitas Brawijaya dengan jumlah pendaftar sebanyak 59.995 pendaftar. Sementara untuk soshum, Universitas Padjajaran paling banyak pendaftarnya dengan jumlah 58.827 pendaftar.

    Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi kampus dengan nilai rerata tertinggi dengan jumlah 659,26 untuk kategori saintek dan 648,33 untuk kategori soshum.

    Pengumuman SBMPTN 2018 dilakukan secara online pada laman http://pengumuman.sbmptn.ac.id atau mulai pada hari ini Selasa 3 Juli 2018 mulai pukul 15.00 WIB atau selambat-lambatnya pukul 17.00 WIB. Untuk melihat hasil seleksi, peserta diminta memasukkan nomor peserta dan tanggal lahir melalui laman tersebut. Peserta yang lolos diharapkan segera melakukan pendaftaran ulang pada masing-masing PTN sesuai jadwal.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.