Yusuf Mansur Ingin Koperasi Berperan jadi Investor Institusi

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Yusuf Mansur membawa ribuan jemaahnya mendatangi kantor pusat Bank Muamalat, Kuningan, Jakarta, untuk membuka rekening, 28 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ustadz Yusuf Mansur membawa ribuan jemaahnya mendatangi kantor pusat Bank Muamalat, Kuningan, Jakarta, untuk membuka rekening, 28 Februari 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh pendakwah Ustadz Yusuf Mansur ingin koperasi di Indonesia mengambil peran penting seperti menjadi investor bagi proyek-proyek raksasa, sekaligus mampu mengelola entitas yang menguasai hajat hidup orang banyak.

    Yusuf Mansur mengatakan ia sejak dulu yakin koperasi bukan saja bisa menjadi solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya UKM, tapi juga bisa mengangkat derajat orang-orang kecil kemudian menjadi investor.

    Baca juga: Yusuf Mansur Akan Berdakwah sambil Sebarkan Literasi Keuangan

    "Karena itu saya membawa visi misi bagaimana kemudian DNA bangsa kita, negeri kita, diri kita coba menjadi investor, salah satunya lewat koperasi," kata pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran Bulak Santri, Cipondoh, Tangerang itu di Jakarta, Selasa, 3 Juli 2018.

    Pria bernama lengkap Jam'an Nurkhatib Mansur itu menilai konsep uang kecil atau recehan jika disatukan melalui koperasi akan menjadi kekuatan yang dahsyat. Sayangnya, hingga saat ini konsep tersebut belum banyak dilakukan di dunia koperasi Indonesia.

    Baca juga: Yusuf Mansur Targetkan Seluruh Pengguna Paytren Miliki Reksa Dana

    "Koperasi kita masih koperasi simpan pinjam walaupun itu juga kalau digerakkan bisa jadi gede sekali, tapi saya memang agak fokus untuk kemudian membawa koperasi ke ranah investasi," katanya.

    Menurut dia, bahkan jika perlu setiap produk yang digunakan secara massal dan banyak digunakan, apalagi strategis, sahamnya harus dimiliki koperasi, sebagai investor institusi.

    "Sampai kemudian koperasi kalau bisa juga memegang saham industri fintech yang saat ini menjadi industri primadona. Koperasilah kalau bisa menjadi pemilik usaha-usaha yang menyentuh masyarakat banyak sehingga kita tidak dikuasai oleh kapitalis. Kapitalisnya adalah kapitalisasi umat dimana umat yang menjadi kapitalisnya, bukan perseorangan," katanya.

    Baca juga: Pemerintah Ingin Koperasi Ikut Investasi di Proyek Infrastruktur

    Yusuf Mansur pun kemudian bertekad meletakkan dasar perintisan koperasi yang terhubung dengan aset manajemen, modal ventura, perbankan, fintech dan payment gateways yang seluruhnya terkorelasi.

    "Saya menggabungkannya dalam tubuh PayTren dimana koperasi menjadi backbone, roh, nyawa dan sistem perjuangan di dalamnya," katanya.

    Yusuf Mansur membayangkan jika proyek strategis seperti jalan tol, bandara, pelabuhan dan proyek infrastruktur lainnya semestinya dilakukan oleh koperasi, maka hal itu pasti akan lebih terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat banyak.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.