Harga BBM Terbaru, Ini Daftar Harga Premium, Solar, dan Pertalite

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BBM dengan jenis Premium di sejumlah SPBU di Kota Padang langka, setelah pemerintah mengumumkan turunnya harga BBM sejak dinihari tadi. TEMPO/Andri El Faruqi

    BBM dengan jenis Premium di sejumlah SPBU di Kota Padang langka, setelah pemerintah mengumumkan turunnya harga BBM sejak dinihari tadi. TEMPO/Andri El Faruqi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mulai Ahad, 1 Juli 2018, menaikkan harga BBM non subsidi untuk seri Pertamax dan Solar Dex. Kenaikan harga BBM jenis tersebut menyusul penguatan harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik.

    "Bahan baku BBM adalah minyak mentah, tentunya ketika harga minyak dunia naik akan diikuti dengan kenaikan harga BBM," ungkap Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin, 2 Juli 2018.

    Baca juga: Naik Harga, Pertamax di Jakarta Kini Dijual Rp 9.500 per Liter

    Namun, kenaikan harga BBM tidak berlaku pada Premium, Solar, dan Pertalite. Harga Premium ditetapkan Rp 6.450 per liter. Premium tidak disubsidi, tetapi pemerintah mengatur harga jual BBM dengan kandungan oktan atau research octane number (RON) 88 tersebut.

    Harga BBM Solar tercatat Rp 5.150 per liter dengan subsidi Rp 500 dan Pertalite dengan RON 90 tidak disubsidi pemerintah dengan harga jual Rp 7.800 per liter.

    Baca juga: Penjelasan Pertamina Soal Harga BBM Nonsubsidi Naik

    Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex dilakukan Pertamina sebagai badan usaha, dengan mengacu pada Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 34/2018 Perubahan Kelima Atas Permen ESDM Nomor 39/2014 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

    "Penyesuaian harga BBM ini juga dalam rangka Pertamina tetap bisa bertahan untuk menyediakan BBM dengan pasokan yang cukup sesuai kebutuhan secara terus menerus sehingga tidak mengganggu konsumen dalam beraktivitas sehari-hari di mana pun," tutur Adiatma.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.