Jumat, 21 September 2018

25 Tahun Dompet Dhuafa Membentang Kebaikan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratmi, salah satu pengrajin lurik di Tlingsing, Klaten, Jawa Tengah, yang menjadi penerima manfaat Dompet Dhuafa, kini produknya mulai dilirik para desainer dan pecinta lurik tanah air, serta mancanegara.

    Ratmi, salah satu pengrajin lurik di Tlingsing, Klaten, Jawa Tengah, yang menjadi penerima manfaat Dompet Dhuafa, kini produknya mulai dilirik para desainer dan pecinta lurik tanah air, serta mancanegara.

    INFO BISNIS — Banyaknya realita kemiskinan yang menjerat sebagian masyarakat di negeri ini menjadi keprihatinan dan mengusik nurani Pemimpin Redaksi Harian Republika, Parni Hadi.

    Pada medio 1993-an ia menginisiasi dan mendirikan program Dompet Dhuafa di harian Republika sebagai wadah penggalangan donasi dari zakat, infak, sedekah, dan wakaf dari masyarakat penderma. Dana yang terkumpul, lalu disalurkan melalui program yang terencana dan dipertanggungjawabkan secara berkala.

    Pada periode pertama, donasi sebesar Rp 425 ribu dari para donatur mengalir melalui Dompet Dhuafa. Nominal tersebut menjadi sejarah awal penghimpunan dan lahirnya Dompet Dhuafa yang terus berkomitmen memberdayakan sesama.

    Bahkan, dalam jejak perjalanan 25 tahun Dompet Dhuafa, baik dari penghimpunan, sinergi, maupun kolaborasi mitra, terus tumbuh menekan kemiskinan dan memberdayakan masyarakat miskin, serta duafa melalui lima pilar pemberdayaan.

    Dalam perjalanan merajut asa untuk keberdayaan sesama dari periode 1993 sampai 2018, lebih dari 16 juta jiwa penerima manfaat dari pilar-pilar pemberdayaan serta belasan ribu relawan (DD Volunteer) ikut dalam barisan membentang kebaikan Dompet Dhuafa. Berawal dari program memberantas rentenir yang berkolaborasi dengan ICMI Bandung, kini Dompet Dhuafa terus berkhidmat memberdayakan sesama melalui pilar pendidikan, ekonomi, kesehatan, pengembangan sosial dan budaya, juga dakwah.

    “Dompet Dhuafa adalah lembaga filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum duafa melalui pendekatan filantropis (welas asih) dan wirausaha sosial profetik (prophetic socio technopreneurship),” tutur Parni Hadi selaku inisiator, pendiri, dan pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

    Kini gelora semangat memberdayakan sesama dari Dompet Dhuafa terus bergulir dalam roh 25 Tahun Membentang Kebaikan. Tak terasa kini lembaga milik umat yang terlahir sebagai produk kebangsaan telah berada di usia perak. Segenap masyarakat yang bergerak bersama, mengajak bersinergi, dan menjaga semangat membentang kebaikan, menjadi penambah energi bagi Dompet Dhuafa dalam melayani masyarakat miskin serta duafa untuk tumbuh dan berdaya.

    Melihat senyum dan keberdayaan masyarakat miskin maupun duafa yang terus tumbuh, bahkan telah berganti status dari mustahik menjadi muzaki, adalah pelecut untuk terus membentang kebaikan bagi Dompet Dhuafa.

    Seperti halnya Ratmi, salah satu pengrajin lurik di Tlingsing, Klaten, Jawa Tengah, yang menjadi penerima manfaat Dompet Dhuafa. Kini produknya mulai dilirik para desainer dan pencinta lurik Tanah Air juga mancanegara.

    “Alhamdulillah, sejak kami mendapat bantuan modal, pelatihan, dan pendampingan, kualitas lurik kami semakin bagus. Banyak desainer dan pencinta kain, baik dari Indonesia maupun luar negeri, memesan lurik buatan kami. Terima kasih atas dukungannya dan semoga lurik Tlingsing semakin mendunia,” ucap Ratmi dengan senyum.

    Segenap ikhtiar program pemberdayaan Dompet Dhuafa tersebut selalu terbingkai semangat kepedulian, kolaborasi, juga keberagaman yang tegas tergambar dari 25 Tahun Membentang Kebaikan.

    Dompet Dhuafa terus mengajak semua masyarakat untuk menghadirkan kolaborasi kepedulian dan keberdayaan bagi sesama. Terima kasih para donatur serta masyarakat Indonesia atas kepercayaannya sebagai penyokong kiprah Dompet Dhuafa untuk bangsa. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Richard Muljadi Ditangkap Ketika Menghirup Kokain, Ini Bahayanya

    Richard Muljadi ditangkap polisi ketika menghirup kokain, narkotika asal Kolombia yang digemari pemakainya karena menyebabkan rasa gembira.