Posko ESDM: Konsumsi BBM Bensin Naik 12 Persen saat Ramadan 2018

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi pers Posko Nasional ESDM untuk persiapan mudik lebaran 2018 di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin, 4 Juni 2018. Sumber: BPH Migas

    Konferensi pers Posko Nasional ESDM untuk persiapan mudik lebaran 2018 di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin, 4 Juni 2018. Sumber: BPH Migas

    TEMPO.CO, Jakarta - Pos Komando Nasional Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline selama Ramadan dan Lebaran 2018 atau pada periode 31 Mei hingga 28 Juni 2018 mengalami peningkatan rata-rata 12 persen dari kondisi normal.

    Anggota Komite BPH Migas Muhammad Ibnu Fajar mengatakan stok dan pendistribusian BBM periode Ramadan dan Idul Fitri 2018 berada dalam kondisi aman.

    Baca juga: Per Hari Ini, Pertamina Kembali Naikkan Harga Pertamax

    "Terjadi peningkatan pendistribusian BBM jenis bensin (gasoline) sebesar 12 persen pada Ramadan dan Idul Fitri dari rata-rata pendistribusian normal. Premium kenaikannya 23 persen, Pertalite naik enam persen, kemudian Pertamax naik 13 persen," katanya dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Senin, 2 Juli 2018.

    Sementara itu, untuk BBM jenis gasoil/solar terjadi penurunan pendistribusian sebesar delapan persen dari rata-rata pendistribusian normal. Dengan rincian, Solar/Akrasol turun 8 persen, Dexlite turun 6 persen, dan Pertamina Dex turun 1 persen.

    "Jadi, kalau gasoline naik, gasoil turun, ini biasa terjadi pada setiap hari raya karena memang aktivitas produksi di industri turun," tutur Ibnu.

    Baca juga: Ini Alasan Pertamina Menaikkan Harga BBM Pertamax dan Dex

    Sementara itu, untuk BBM jenis Avtur, Tim Posko Nasional ESDM melaporkan terjadi peningkatan pendistribusian sebesar 1,26 persen. Khusus pada H-7 Lebaran 2018, konsumsi Avtur naik sebesar 16 ribu kiloliter atau meningkat 7,9 persen. Peningkatan terjadi di bandara-bandara utama, yaitu Soekarno-Hatta, Ngurah Rai, Juanda dan Adi Sucipto.

    Dalam meningkatkan pelayanan penyaluran BBM kepada masyarakat pada arus balik, Posko Nasional ESDM juga menyediakan tambahan sarana penunjang di jalur-jalur lintas Jawa dan Sumatera yang terdiri dari Kios kemasan dengan total 72 titik, motor kemasan sejumlah 283 unit, mobile dispenser 32 unit, kantong BBM SPBU sejumlah 117 titik dan Serambi Pertamax dengan total 13 titik.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.