Selasa, 20 November 2018

Bangun Pabrik Kereta di Banyuwangi, PT INKA Investasi Rp 1,6 T

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu rangkaian kereta yang akan digunakan untuk Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau Sumatera Barat (KA BIM). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    Salah satu rangkaian kereta yang akan digunakan untuk Kereta Api Bandara Internasional Minangkabau Sumatera Barat (KA BIM). TEMPO/Nofika Dian Nugroho

    TEMPO.CO, Banyuwangi - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan serangkaian kunjungan di Banyuwangi, Ahad, 1 Juli 2018. Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Rini Soemarno mendatangi lokasi proyek pembangunan pabrik kereta milik PT INKA, di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Investasi pabrik kereta kedua PT INKA ini senilai Rp 1,6 triliun.

    "Permintaan kereta api buatan dalam negeri kian meningkat, sedangkan pabrik kereta di Madiun sudah sempit lahannya. Karena itu, butuh pabrik baru, dan kami tetapkan di Banyuwangi," kata Rini dalam rilis yang diterima Tempo, Ahad, 1 Juli 2018.

    Baca: PT INKA Ekspor Kereta ke Filipina, Bangladesh, dan Sri Lanka

    Menurut Rini, saat ini banyak negara yang membeli kereta api buatan RI. Indonesia telah menandatangani kontrak kerja sama pembelian kereta api bersama Filipina. "PT INKA telah ekspor di berbagai negara, selain Filipina juga Bangladesh, Malaysia, Singapura, Australia. Saat ini juga tengah negoisasi dengan Thailand," katanya. ‎

    Rini berharap dengan dibangunnya pabrik kereta api kedua ini, PT INKA bisa memenuhi permintaan dan mendominasi di pasar Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika. Pabrik kereta api ini dibangun di lahan seluas 84 hektare, menggunakan lahan milik PTPN XII.

    Baca: Menhub Beri Tiga Trik Agar PT INKA Sukses di Luar Negeri

    Pembangunan pabrik ini dilakukan dalam dua tahap. Proses pembangunan tahap 1 direncanakan mulai pada akhir 2018, dan dapat mulai beroperasi pada awal 2020. Total investasi dari pembangunan proyek ini tercatat mencapai Rp 1,6 triliun.

    Menurut Rini, lokasi pabrik ini sangat strategis. Dekat dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III, yang nantinya akan sangat mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar pulau Jawa.

    Pengiriman produk pun akan didukung pula jalur kereta api di sekitar pabrik. "Selain itu, juga berada dalam jalur jalan tol Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) yang dijadwalkan selesai pada akhir 2019 mendatang. Pintu keluar tol masuk di lahan pabrik," kata Rini.

    Lebih jauh Rini berharap pembangunan pabrik di Banyuwangi juga akan berdampak pada kebutuhan tenaga kerja yang bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi. “Di dekat sini kan ada SMK, INKA bisa bersinergi dengan mereka untuk pemenuhan tenaga kerjanya,” kata Rini.

    Direktur Keuangan dan SDM PT INKA, Mohamad Nur Sodiq PT INKA (Persero) yang turut dalam rombongan menjelaskan, pihaknya tengah menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel ini. "Pengurusan pelepasan aset dalam progress. Di BPN, lagi diurus, switch dari Hak Guna Usaha (HGU) ke Hak Guna Bangunan (HGB). Kami juga urus-urus perijinan di pemkab. Pemkab Banyuwangi sangat support kami dalam masalah perijinan ini," kata Sodiq di hadapan Rini.

    Pararel dengan proses di atas, INKA saat ini tengah menuntaskan studi kelayakan dan amdal. "Kami rencanakan 26 Agustus groundbreaking. Awal Desember 2018 akan dimulai pekerjaan pembangunan pabrik," kata Sodiq.

    Sodiq menjelaskan pabrik kereta PT INKA di Banyuwangi diproyeksikan memiliki 4 line, yang mana kapasitasnya 1 car per day per line. Jadi, kalau pembangunan sudah selesai semua, lanjut dia, sehari bisa produksi 5-6 kereta. "Pabrik ini juga akan dilengkapi test track sepanjang 3 km. Ini sangat cukup untuk pengujian semua jenis kereta yang kita buat," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.