Terganggu Angin, Lion Air Alihkan Pendaratan ke Batam

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lion Air Wajib Cari Penumpang yang Tercecer

    Lion Air Wajib Cari Penumpang yang Tercecer

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT620 dan rute Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, memutuskan untuk terbang kembali sesaat sebelum melakukan pendaratan.  Hal ini dilakukan setelah pilot mengamati adanya hembusan angin dari arah ekor pesawat (tailwind) yang berisiko membuat pesawat kehilangan gaya. 

    "Angin berubah 180 derajat sehingga mengganggu kenaikan atau penurunan kecepatan secara tiba-tiba," ujar Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Ahad, 1 Juli 2018.

    Baca: Candaan Bom di Pesawat, Lion Air: Tak Hanya Maskapai yang Rugi

    Danang menjelaskan, untuk menjamin keselamatan penerbangan pilot melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau. Pesawat Pesawat Boeing 737-800NG itu kemudian mendarat dengan selamat.

    Menurut Danang, pilot telah menjalankan tindakan sesuai standar prosedur operasi penerbangan dan koordinasi dengan pengatur lalu lintas udara, pengelola bandar udara dan petugas layanan di darat (ground handling), dalam upaya memberikan layanan terbaik. "Pesawat tersebut menjalani kembali pemeriksaan sebelum terbang (pre-flight check) di Batam dan kondisi laik aman," katanya.

    Baca: Tambah Armada dan Rute, Lion Air Butuh Tambahan Pilot

    Kejadian tersebut, kata Danang, menyebabkan keterlambatan penerbangan JT621 rute Tanjung Pinang menuju Cengkareng, yang seharusnya mengudara pukul 10.35 WIB. Lion Air sudah menerbangkan kembali dengan nomor JT620D pukul 11.32 WIB setelah mendapatkan informasi Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah dinyatakan aman untuk proses pendaratan dan lepas landas. Pesawat mendarat di Tanjung Pinang pukul 11.45 WIB.

    Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait sebelumnya mengatakan, selama libur Lebaran 2018 ini, maskapai penerbangan Lion Air Group telah mengangkut 1,6 juta penumpang selama periode 6-24 Juni 2018. "Jumlah ini naik 9 persen jika dibanding tahun lalu dalam periode yang sama," ujar Edward menjawab pertanyaan Tempo saat ditemui di Bandar Udara Soekarno-Hatta, Kamis, 28 Juni 2018.

    Edward mengatakan banyak faktor yang menjadi penyebab peningkatan jumlah penumpang ini, di antaranya waktu libur yang cukup panjang dan destinasi mengalami perubahan. "Lebaran sebelumnya destinasi cuma satu, sekarang lebih dari satu tujuan."

    Selain itu, kata Edward, sebaran penumpang pada Lebaran tahun ini juga lebih merata. Hal ini dilihat dari tingkat keterisian kursi dalam penerbangan Lion Air Group, seperti Lion Air, Batik Air, dan Wings Air. "Sebanyak 22 ribu extra flight yang kami siapkan terpakai semua," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.