PT PP Antisipasi Dampak Kenaikan Suku Bunga Bank Indonesia

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri), dan Komisaris PT PP (Persero) Sumardi (kiri) saat meninjau ground breaking Transit Oriented Development (TOD) Juanda dan Tanah Abang di Stasiun Juanda, Jakarta, 10 Oktober 2017. TOD Juanda dan Tanah Abang itu diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. ANTARA

    Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kanan), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri), dan Komisaris PT PP (Persero) Sumardi (kiri) saat meninjau ground breaking Transit Oriented Development (TOD) Juanda dan Tanah Abang di Stasiun Juanda, Jakarta, 10 Oktober 2017. TOD Juanda dan Tanah Abang itu diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pembangunan Perumahan Tbk. (PT PP) mengkaji dampak kenaikan suku bunga Bank Indonesia 7 day repo rate (7DRR) 50 basis points ke level 5,25 persen terhadap kinerja keuangan perseroan.

    Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Tbk. Lukman Hidayat mengatakan perseroan akan mengambil sikap apabila tren kenaikan suku bunga serta gejolak nilai tukar Rupiah berlangsung dalam jangka panjang. Pihaknya akan terus melakukan kajian dalam 2-3 bulan ke depan.

    Baca juga: Laba Bersih PT PP Presisi Naik Rp 245 Miliar, Ini Penyebabnya

    Lukman mengungkapkan kenaikan suku bunga dapat berdampak terhadap meningkatnya cost of fund perseroan. Sementara, gejolak nilai tukar Rupiah akan menambah komponen biaya proyek yang menggunakan mata uang dolar AS.

    “Kami akan evaluasi seluruh proyek PP, baik yang investasi maupun non investasi. Saat ini kami belum tentukan sikap apakah nanti akan memperlambat proyek sambil investasi terus berjalan, atau yang sudah berjalan tetap, dan yang belum kami tunda,” ujarnya, Sabtu, 30 Juni 2018.

    Baca juga: Kenaikan Suku Bunga BI Diprediksi Ganggu Fundamental Pasar Modal

    Terkait dengan rencana penggalangan dana, dia menyebut perseroan masih mengevaluasi rencana penerbitan surat berharga perpetual (SBP) Tahap II 2018. Sebelumnya, kontraktor pelat merah itu telah menerbitkan SBP Tahap I 2018 dengan jumlah pokok Rp 150 miliar.

    Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Days Repo Rate (BI 7DRR) sebesar 50 basis points (bps) menjadi 5,25 persen. Keputusan itu dikeluarkan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diselenggarakan di Kantor Bank Indonesia, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat, 29 Juni 2018.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.