Selasa, 23 Oktober 2018

Permintaan Pertamax Selama Mudik Lebaran Naik 15 Persen

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menguji coba kendaraan bermuatan Pertamax dan Pertamax Dex yang dikendarai Satgas BBM di rest area tol Cipali KM 102, Jawa Barat, Rabu, 6 Juni 2018. Sepeda motor itu akan mendatangi kendaraan pemudik sambil membawa BBM paket 5 dan 10 liter. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas menguji coba kendaraan bermuatan Pertamax dan Pertamax Dex yang dikendarai Satgas BBM di rest area tol Cipali KM 102, Jawa Barat, Rabu, 6 Juni 2018. Sepeda motor itu akan mendatangi kendaraan pemudik sambil membawa BBM paket 5 dan 10 liter. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Pertamina mencatat terjadi lonjakan permintaan yang signifikan terhadap bahan bakar jenis Pertamax. Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito hal itu berdasarkan laporan akhir Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2018 yang dibentuk PT Pertamina (Perseso) mengakhiri masa tugasnya. Mereka bertugas memonitor dan mengamankan penyaluran LPG sejak H-30 Lebaran selanjutnya H-15 untuk penyaluran BBM hingga H+15.

    Menurut Satgas Rafi 2018, total konsumsi produk gasoline meningkat sebesar 10 persen, terutama pada produk Pertamax Series yang kenaikannya mencapai 15 persen. Adapun LPG meningkat 4,4 persen dan Avtur naik 1,6 persen.

    Baca jugaPertamina Siapkan 31 Ribu Pangkalan Siaga Elpiji untuk Lebaran

    Berbanding terbalik dengan gasoline, produk gasoil secara keseluruhan turun sebesar 11 persen. "Permintaan terhadap Pertamax Series terus meningkat di hampir semua wilayah tujuan mudik, baik Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, maupun Jawa Timur. Ini tren menggembirakan karena produk unggulan Pertamina ini naik secara konsisten sejak awal arus mudik hingga arus balik," katanya melalui keterangan resmi, Sabtu, 30 Juni 2018.

    Sementara itu, penjualan BBM Kemasan pada layanan tambahan mencapai 2,6 juta liter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92 persen atau 2,4 juta liter didominasi oleh penjualan Pertamax.

    Baca jugaMudik Lebaran 2018, SPBU Mobile di Tol Cikampek Sepi Pengunjung

    "Selama masa Satgas, Pertamina menyiagakan 2.692 SPBU di sepanjang Jawa–Madura baik jalur tol maupun arteri untuk memberikan layanan 24 jam kepada pemudik. Puncak penyaluran BBM tertinggi terjadi pada H-1, sementara LPG terjadi pada H-2 serta avtur pada H-7," tuturnya.

    Sepanjang arus mudik dan arus balik, Pertamina juga telah menyiapkan layanan tambahan yakni KiosK Pertamax di 72 titik untuk melayani BBM kemasan terutama pada jalur tol fungsional yang belum tersedia SPBU serta jalur arteri yang menjadi jalur utama mudik. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan Serambi Pertamax sebagai tempat istirahat dan Layanan kesehatan gratis di 13 lokasi, motoris kemasan sebanyak 283 unit, mobil tangki dispenser 31 titik, serta kantong BBM untuk buffer stock SPBU di 121 titik.

    Untuk memudahan pemudik mencari rute terdekat lokasi SPBU serta jalur alternatif agar terhindar dari kepadatan, Pertamina telah meluncuran layanan melalui aplikasi Waze. Tercatat sebanyak 19,4 juta impressioan pemudik yang mencari SPBU Pertamina melalui layanan ini. Pertamina juga bekerja sama dengan T-Cash, memberikan layanan pembayaran BBM di SPBU tanpa uang tunai di 50 SPBU.

    BISNIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.