3 Tujuan Strategis yang Hendak Dicapai Direksi Baru BEI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    Suasana pergerakan saham di layar Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 9 Maret 2018. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir ke zona merah pada akhir sesi pertama perdagangan Jumat ini. RTI mencatat, indeks acuan saham domestik turun 30,17 poin atau setara 0,47% ke level 6.412,86.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia atau BEI periode 2018-2021 Inarno Djajadi mengatakan ada beberapa program yang akan dilakukan jajaran direksi BEI yang baru di masa kepemimpinannya. Selain itu, ia juga mengatakan masih akan melanjutkan beberapa program pada masa kepemimpinan Tito Sulistio.

    "Ada beberapa program yang nanti kami akan bagikan, intinya bahwasanya kami ingin meneruskan apa-apa yang masih pending matters," ucap Inarno di gedung BEI, Jumat, 29 Juni 2018.

    Baca: Direksi Baru BEI Turunkan Proyeksi Jumlah Perusahaan IPO di 2019

    Selama masa kepemimpinannya itu, kata Inarno, akan ada tiga tujuan strategis yang hendak dicapai. Tiga hal itu adalah pengembangan produk-produk baru, peningkatan jumlah Perusahaan Tercatat dan investor, dan yang terakhir peningkatan transaksi dan likuiditas.

    "Pengembangan produk baru melalui trading platform, penguatan straight through processing/STP bersama pelaku dan SRO lain dan harmonisasi regulasi yang diperlukan untuk pengembangan produk-produk baru," ucap dia.

    Baca: Jadi Bos Baru BEI, Inarno Djajadi Diminta Tingkatkan Investor Lokal

    Sementara untuk peningkatan investor dan perusahaan tercatat dapat dilakukan dengan pembinaan perusahaan start-up, Small Medium Enterprise (SMB) dan kemitraan dengan Fintech, privatisasi BUMN/BUMD, dan menarik perusahaan natural resources pada early stage yang didukung dengan penguatan governance dan listing standards yang akomodatif dengan kebutuhan pasar. 

    Sedangkan untuk peningkatan jumlah investor dapat dilakukan melalui penguatan program-program inklusi, edukasi, literasi pasar modal, dan simplifikasi proses pembukaan rekening nasabah, yang didukung dengan peningkatan ketersediaan dan akses data dan informasi serta referensi pasar.

    Untuk peningkatan transaksi dan likuiditas, kata Inarno, dapat dilakukan dengan penyempurnaan fitur dam kapasitas sistem perdagangan. "Bisa juga dengan me-review short selling, Securities Lending Borrowing (SLB), dan mengimplementasikan margin financing sesuai dengan kebutuhan pasar," ucap dia.

    Inarno menjelaskan ketiga tujuan strategis BEI tersebut akan didukung melalui perluasan jenis keanggotaan atau partisipan bursa. Hal serta peningkatan kapasitas Bursa (AB) saat ini melalui program-program untuk memperluas usaha dan jenis layanan AB serta meningkatkan efisiensi proses di AB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.