Erupsi Gunung Agung Mereda, Menpar Arief Yahya: Alhamdulillah

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pariwisata Arief Yahya usai melakukan pertemuan dengan Tim Indonesia MotoGP 2020 di kantor Staf Presiden, Jakarta, 18 April 2018. TEMPO/Friski Riana

    Menteri Pariwisata Arief Yahya usai melakukan pertemuan dengan Tim Indonesia MotoGP 2020 di kantor Staf Presiden, Jakarta, 18 April 2018. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik hasil rapat evaluasi erupsi Gunung Agung oleh Komunitas Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang memutuskan bandara tersebut dibuka kembali mulai pukul 14.30 Wita, Jumat, 29 Juni 2018.

    Menteri Arief Yahya mengemukakan, pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara itu menghasilkan keputusan yang melegakan.

    Baca juga: Ingin Melancong ke Bali Murah Jalur Darat? Begini Caranya

    "Bandara I Gusti Ngurah Rai re-open, terhitung mulai tanggal 29 Juni 2018 pukul 14.30 Wita ini. Alhamdulillah! Semoga segera pulih dan suasana tenang kembali di destinasi nomor satu Indonesia, di Bali," kata Arief dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

    Catatan hasil rapat yang disampaikan Ketua STP Nusa Dua Bali Dewa Gede Ngurah Byomantara, yang dipercaya Kementerian Pariwisata menjadi PIC Bali Tourism Hospitality, menyebutkan, aktivitas Gunung Agung berada pada level III (siaga), terdapat kepulan asap putih (kepulan uap air) mencapai 1.500-2.000 meter di atas puncak gunung.

    Baca juga: Erupsi Gunung Agung Mereda, Bandara Ngurah Rai Dibuka Kembali

    "Lalu VONA masih kategori Oranye diterbitkan tanggal 28 Juni 2018 pukul 16.00 Wita. Meteorologi Watch Office merilis SIGMET tanggal 29 Juni 2018, bahwa terdapat sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 16 ribu dan 23 ribu kaki, tapi tidak terdapat debu vulkanik di atas wilayah Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali," ujar Byomantara.

    Dia juga menjelaskan, ploting VAAC Darwin pada 11.50 Wita ploting Polygon sebaran abu vulkanik pada ketinggian permukaan hingga ketinggian 16 ribu dan 23 ribu kaki yang bergerak ke barat mempunyai kecepatan 15 knot. Namun tidak menutupi ruang udara Bandara Ngurah Rai, Bali. "Hal ini juga dikuatkan semakin mengecilnya kekuatan atau intensitas erupsi Gunung Agung," kata Byomantara.

    Baca juga: Gunung Agung Erupsi, Pemerintah Beri Diskon Hotel bagi Wisatawan 

    Dengan pertimbangan tersebut, Byomantara melaporkan bahwa Bandara Ngurah Rai dibuka kembali pada 29 Juni 2018 pukul 14.30 Wita. "Selama masa recovery, bandar udara akan beroperasi 24 jam untuk tujuan normalisasi rotasi penerbangan," katanya.

    Meski begitu, evaluasi atas perkembangan situasi penyebaran abu vulkanik Gunung Agung dan arah angin akan tetap dilakukan secara berkala. "Semoga kontraksi akibat alam ini segera pulih, dan pariwisata segera normal," kata Arief Yahya.

    Selanjutnya, Arief akan mengembalikan program promosi Wonderful Indonesia di semua media dengan konten informasi tentang Bali. "Kami segera on kembali," tuturnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.