Candaan Bom di Pesawat, Lion Air: Tak Hanya Maskapai yang Rugi

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang berhamburan keluar pesawat Lion Air JT 687 di Bandara Supadio, Pontianak, 28 Mei 2018, pukul 18.30.  ISTIMEWA

    Penumpang berhamburan keluar pesawat Lion Air JT 687 di Bandara Supadio, Pontianak, 28 Mei 2018, pukul 18.30. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Tangerang - Maskapai penerbangan Lion Air Group mengakui maraknya candaan bom yang terjadi belakangan ini menimbulkan banyak kerugian materi dan immaterial bagi perusahaan. "Rugi bukan kami sebagai perusahaan penerbangan saja, tapi dunia penerbangan Indonesia juga rugi karena kasus seperti ini," ujar Presiden Direktur PT Lion Air Group Edward Sirait menjawab pertanyaan Tempo saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 28 Juni 2018.

    Meski tidak menjelaskan secara detail nilai kerugian perusahaan akibat candaan bom tersebut, Edward menggambarkan kerugian yang paling nyata adalah efek domino dari ditundanya satu penerbangan yang berimbas ke penerbangan lainnya. "Kerugian macam macam, salah satunya efek domino yang ditimbulkan dari tertundanya satu penerbangan berimbas ke penerbangan lain. Nilainya ratusan juta satu penerbangan, dan ini berimbas pada penerbangan lainnya karena tuduhan tak berdasar itu."

    Baca: Candaan Bom Pesawat Lion Air, Menhub: Kami Terpaksa Tuntut Mereka

    Edward juga mengaku bingung dengan fenomena ini. "Kami melihatnya ini terjadi di bandara kita. Ada apa? Apakah orang tidak tahu aturan, apakah karena hukum tidak diterapkan sehingga efek jera tidak ada atau karena karakter penduduk kita yang suka bercanda dalam duka?" katanya.

    Untuk kasus candaan bom di Lion Air Group, Edward mengatakan saat ini sedang mempelajari setiap kasus candaan bom ini. "Mengapa pelaku bercanda, tapi kalau melihat intelektual nya tidak bercanda seperti itu."

    Baca: Lagi, Penumpang Lion Air Bercanda Bawa Bom

    Lion Air juga mencermati saat dialog pelaku yang menyebutkan candaan bom. "Apakah ada unsur keisengan, tapi di penerbangan tidak boleh iseng," ucapnya.

    Menurut Edward, sesuai Undang-undang penerbangan secara otomatis kasus candaan bom ini diproses oleh Otoritas Bandara. "Semua kasus kami laporkan dan secara otomatis diproses. Begitu kejadian diproses otoritas Bandara. Akhirnya dan ending-nya di mereka. Kalau diminta bukti bukti yang mendukung kami berikan."

    Seperti diketahui, candaan bom di maskapai Lion Air Group cukup sering terjadi pada Mei dan Juni 2018 ini. Berikut candaan bom di Lion Air Group dalam dua bulan terakhir:

    • 2 Mei 2018/ Lion Air JT 120 Rute Cengkareng – Tanjung Pandan
    • 5 Mei 2018/ Lion Air JT 787 Rute Makassar – Surabaya
    • 12 Mei 2018/ Lion Air JT 618 Rute Cengkareng – Pangkalpinang 
    • 16 Mei 2018/ Batik Air ID 6140 Rute Cengkareng – Ternate
    • 16 Mei 2018/ Batik Air ID 6659 Rute Lombok Praya – Cengkareng 
    • 16 Mei 2018/ Lion Air JT 291 Rute Pekanbaru – Cengkareng 
    • 17 Mei 2018/ Lion Air JT 778 Rute Makassar – Manado 
    • 18 Mei 2018/ Lion Air JT 261 Rute Tarakan – Balikpapan 
    • 27 Mei 2018/ Lion Air JT 280 Rute Cengkareng – Kuala Lumpur
    • 28 Mei 2018/ Lion Air JT 687 Rute Pontianak – Cengkareng
    • 7 Juni 2018/ Batik Air ID 6166 Rute Makassar – Ambon
    • 11 Juni 2018/ Wings Air IW 1293 Rute Padang – Jambi 
    • 19 Juni 2018/ Batik Air ID 6274 Rute Cengkareng – Manado
    • 21 Juni 2018/ Wings Air IW 1899 Rute Labuan Bajo – Denpasar
    •24 Juni 2018/ Lion Air JT 1341 Rute Palembang - Cengkareng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.