Integrasi Tarif Tol JORR Dinilai Untungkan Pengusaha Truk

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan di tol JORR, dari Jati Asih menuju Cikunir, 5 Mei 2016. Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan menuju tol Cikampek. twitter.com/tmcpoldametro

    Kemacetan di tol JORR, dari Jati Asih menuju Cikunir, 5 Mei 2016. Kemacetan terjadi karena banyaknya kendaraan menuju tol Cikampek. twitter.com/tmcpoldametro

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaku industri logistik, termasuk angkutan barang, menilai rencana pemerintah untuk mengintegrasikan sistem transaksi di ruas jalan tol lingkar luar Jakarta atau Tol JORR cukup menguntungkan mereka.

    Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan secara umum adanya integrasi tersebut akan membuat tarif tol untuk angkutan barang cenderung lebih murah.

    Baca juga: Pengusaha Truk Minta Integrasi JORR Berlaku Paling Lambat Juli

    “Untuk besarannya, tarif bisa hemat sekitar 50 persen. Memang untuk jarak dekat akan lebih mahal, tapi ini akan menguntungkan karena biaya tol kan 3-4 persen dari biaya angkutan,” ujarnya, Kamis, 28 Juni 2018.

    Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai integrasi sistem transaksi Tol JORR memang didesain untuk angkutan logistik sehingga ongkos logistik bisa lebih murah.

    “Jadi kalau integrasi lebih menguntungkan angkutan logistik adalah hal yang wajar, bahkan positif. Turunnya tarif tol untuk angkutan logistik di Tol JORR diharapkan bisa menurunkan logistic fee dan bahkan turunnya harga di sisi end user,” katanya menjelaskan.

    Baca juga: Integrasi Tarif Diharapkan Kurangi Kendaraan Pribadi Lewat JORR

    Di sisi lain, Tulus menilai integrasi tarif dari sisi pelayanan harus menjadi target untuk meningkatkan pelayanan, khususnya aspek Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol. Pasalnya, integrasi akan memangkas keberadaan beberapa gerbang tol, sehingga memangkas lamanya transaksi dan antrian.

    Namun, YLKI mengingatkan pemerintah agar integrasi ini tidak membuat adanya kenaikan tarif secara terselubung. Sebab, kenaikan tarif tol sudah diatur setiap dua tahun sekali. “Oleh karenanya, pengelola jalan tol harus bisa membuktikan bahwa revenue pengelola tol tidak naik pasca integrasi. Jika revenue tambah, berarti ada kenaikan tarif secara terselubung, sepihak, dan pelanggaran terhadap PP tentang Jalan Tol," ujarnya.

    Integrasi tarif ini akan dilakukan dalam waktu dekat oleh Kementerian PUPR dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) di beberapa ruas jalan tol, salah satunya ruas jalan Tol JORR.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.