Lebaran, ASITA:Wisatawan Indonesia ke Luar Negeri Naik 20 Persen

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemilau kembang api saat meletus di dekat Gedung Kembar Petronas Malaysia dalam perayaan malam tahun baru di Kuala Lumpur, (1/1). REUTERS/Samsul Said

    Kemilau kembang api saat meletus di dekat Gedung Kembar Petronas Malaysia dalam perayaan malam tahun baru di Kuala Lumpur, (1/1). REUTERS/Samsul Said

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Association of Indonesian Tours and Travel (ASITA), Asnawi Bahar memperkirakan selama libur lebaran 2018 ada peningkatan sebanyak 20 persen jumlah wisatawan Indonesia yang pergi ke luar negeri. Menurut dia, negara-negara yang menjadi favorit bagi wisatawan asal Indonesia merupakan negara di kawasan Asia Tenggara.

    "Kalau presentasenya, sekitar 20 persen lah secara year to year (yoy). Paling banyak itu yang dekat-dekat seperti Malaysia dan Singapura, itu seperti rumah kedua bagi mereka," kata Asnawi ketika dihubungi Tempo, Kamis, 28 Juni 2018.

    BACA:BI Catat Kebutuhan Uang Tunai Lebaran Tembus Rp 191,3 Triliun

    Sepanjang libur lebaran kemarin, pemerintah memberikan jatah libur yang cukup panjang hingga 9 hari. Waktu libur yang cukup panjang tersebut, selain dimanfaatkan untuk pergi ke kampung halaman dalam arus mudik juga dimanfaatkan untuk pergi mengeksplorasi destinasi wisata di daerah.

    Asnawi mengatakan dirinya belum bisa mengetahui nilai dari jumlah peningkatan tersebut. Namun, dari sisi jumlah peningkatan tersebut dinilai cukup signifikan bagi peningkatan pendapatan agen tour dan travel.

    BACA: Puncak Arus Balik Mudik, Sampah Berserakan di Pinggir Tol Cipali
    Menurut Asnawi, selama libur lebaran kemarin, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa tour dan travel justru menurun. Hal ini karena wisatawan domestik lebih memilih merencanakan berlibur secara mandiri tanpa menggunakan jasa travel dan tour.

    Selain itu, bisa dipastikan bahwa jumlah wisatawan luar negeri yang datang ke Indonesia saat libur lebaran juga menurun. Asnawi melanjutkan, pola seperti ini telah menjadi kebiasaan di Indonesia khususnya menjelang dan saat lebaran.

    Beberapa partner anggota ASITA sudah mengetahui bahwa destinasi wisata utama di Indonesia saat lebaran selalu penuh. "Hotel-hotel bisa diprediksi penuh dan juga mahal, sehingga biasanya mereka menggeser jadwal selain hari lebaran," kata Asnawi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.