PM Mahathir Kunjungi Indonesia, Kerja Sama RI-Malaysia Meningkat?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahathir Mohamad, menggelar konferensi pers usai usai dilantik sebagai Perdana Menteri Baru Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Mei 2018. REUTERS/Lai Seng Sin

    Mahathir Mohamad, menggelar konferensi pers usai usai dilantik sebagai Perdana Menteri Baru Malaysia di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Mei 2018. REUTERS/Lai Seng Sin

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan memulai kunjungannya ke Indonesia pada hari ini hingga Jumat besok. Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan sejak dia kembali menjabat sebagai kepala negara, Mei lalu.

    Sebelumnya Mahathir berkunjung ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Dalam kunjungannya ke Indonesia, Mahathir akan didampingi oleh istrinya, Siti Hasmah Mohd Ali dan sejumlah pejabat kantor Perdana Menteri dan Kementerian Luar Negeri.

    Baca: Mahathir Berkunjung ke Jepang, Sinyal Tinggalkan Cina?

    "Dalam kunjungannya, Perdana Menteri akan menemui Yang Terhormat Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, dan akan diikuti jamuan yang diadakan Yth Presiden," seperti dikutip dari pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia, Rabu, 27 Juni 2018.

    Kementerian Luar Negeri Malaysia yakin menyebutkan kunjungan itu akan membuka jalan bagi kedua pemimpin negara dan memperkuat hubungan bilateral serta kerja sama antarnegara. Selain bertemu Presiden Jokowi dan perwakilan pemerintah Indonesia, Mahathir juga akan mengunjungi komunitas warga Malaysia yang ada di Jakarta. "Indonesia adalah salah satu sahabat dekat Malaysia dan tetangga penting," menurut pernyataan itu.

    Baca: Mahathir: Mustahil Najib Tak Tahu Transaksi di 1MDB

    Pada 2017, total perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai Rp 257 triliun atau meningkat 22 persen jika dibandingkan dengan 2016. Catatan itu membuat Malaysia jadi rekanan terbesar ketujuh secara global dan ketiga di Asean, setelah Singapura dan Thailand.

    Mahathir kembali terpilih sebagai perdana menteri setelah memenangi pemilihan umum 10 Mei lalu, mengalahkan petahana Najib Razak yang telah berkuasa selama hampir satu dekade. Sempat menyatakan pensiun setelah menjabat perdana menteri 1981-2003, Mahathir kembali terjun ke dunia politik di tengah protes masyarakat atas skandal korupsi yang menimpa Najib.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.