Jumat, 16 November 2018

Pertumbuhan Ekonomi Diharapkan jadi Sentimen Positif Rupiah

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.

    Utang Luar Negeri dalam Valas perusahaan yang memiliki sumber pendapatan dalam Rupiah akan menghadapi risiko nilai tukar.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada kuartal II 2018 diharapkan menjadi sentimen positif nilai tukar rupiah. Hal tersebut merespon Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II mendekati 5,2 persen.
     
    "Pelemahan nilai tukar mata uang negara berkembang dipengaruhi oleh keluarnya dana asing mempertimbangkan growth rate differential dan interest rate differential," kata Josua saat dihubungi, Rabu, 27 Juni 2018.
     
     
    Dalam situs resmi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 14.163 pada penutupan Selasa, 26 Juni 2018. Angkat tersebut menunjukkan pelemahan 58 poin dari nilai sebelumnya, yaitu Rp 14.105 pada penutupan Senin, 25 Juni 2018.

    Sedangkan pada 26 Juni 2018, kurs jual US$ 1 terhadap rupiah, yaitu Rp 14.234 dan kurs beli Rp 14.092.

    Baca: Tugas Berat Penjaga Rupiah 

    Pada 25 Juni, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi mendekati 5,2 persen pada kuartal II 2018. Prediksi tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi kuartal I yang sebesar 5,06 persen.

    Sri Mulyani mengatakan prediksi pertumbuhan ekonomi akan ditopang oleh empat sektor yang meningkat dari kuartal I. Empat sektor tersebut, yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

    Simak: Rupiah Melemah, Indef: Sebagian Besar karena Fundamental Ekonomi

    "Kami harap untuk konsumsi di atas 5 persen dibanding kuartal pertama, yang hanya 4,95 persen," kata Sri Mulyani saat memaparkan APBN Kita di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018. "Kami harap pertumbuhan ekonomi mendekati 5,2 persen."

    Josua mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diharapkan dapat mengelola ekspektasi investor asing terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,4 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018.
     
     
    "Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi diharapkan akan meningkatkan confidence pelaku pasar," ujar Josua.
     
    Dengan begitu menurut Josua dapat menahan keluarnya dana asing dari pasar keuangan di tengah pemulihan ekonomi Amerika Serikat dan normalisasi kebijakan moneter AS.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kalender Lengkap Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2019

    Pemerintah telah merilis jadwal soal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019. Sudah siap merancang kegiatan untuk mengisi libur?