Proyek LRT Dikritik Terlalu Mahal, Luhut: Kasihan Pak Prabowo

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencanangkan penggalangan dana yang disebut 'Galang Perjuangan', untuk membiayai perjuangan politik melalui Partai Gerindra. Facebook.com/PrabowoSubianto

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mencanangkan penggalangan dana yang disebut 'Galang Perjuangan', untuk membiayai perjuangan politik melalui Partai Gerindra. Facebook.com/PrabowoSubianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjawab kritik yang dilontarkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Prabowo mengkritik ihwal proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) yang dinilai terlalu mahal.

    Menurut Luhut, Indonesia telah memenuhi standar internasional terkait dengan pembangunan LRT. "Kami gunakan anak-anak muda yang menghitung semuanya dan kami pakai standar dari Prancis. Kami beli model itu yang nanti kita juga bisa jual ke orang lain. Sudah ada studi-studinya jadi standar-standar internasional sudah sangat kita penuhi. Jadi, kalau enggak ngerti, enggak usah ngomong," tuturnya, Senin, 25 Juni 2018.

    Baca juga: Prabowo Sebut Ekonomi RI dalam Bahaya karena Utang

    Luhut juga ingin meluruskan informasi mengenai biaya pembangunan LRT. Menurut dia, berdasarkan informasi yang valid, rata-rata proyek pembangunan LRT akan membutuhkan investasi sekitar Rp 400 miliar per kilometer atau sekitar US$ 28 juta.

    Konstruksi LRT yang melayang (elevated) juga dipastikan akan menambah biaya investasi dibanding konstruksi di darat. "LRT itu kalau US$ 7 juta per kilometer, kasihan Pak Prabowo dapat informasi yang tidak pas. Kalau kita, itu rata-rata Rp 400 miliar per kilometer. Di tempat lain ada yang Rp 600 miliar per kilometer, ada juga yang sampai Rp 1 triliun per kilometer. Kalau elevated pasti lebih mahal. Jadi jangan gampang buat kesimpulan," ujarnya.

    Simak juga: Prabowo Juga Kritik Pemerintah Era Orba

    Saat ini, di Indonesia tengah dibangun jaringan transportasi massal LRT, yakni LRT Palembang, LRT Jakarta, serta LRT Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). Selain untuk mengurai kemacetan, pembangunan LRT, khususnya di Palembang dan Jakarta, juga untuk mendukung perhelatan Asian Games pada Agustus mendatang.

    Baca berita lain tentang Prabowo di Tempo.co.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.