Mudik Neraka di Pelabuhan Merak? Simak Pengakuan Jamil Azzaini

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik kendaraan bermotor bersiap melakukan penyeberangan ke Pulau Jawa melalui Demaga 6 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, 30 Juni 2017. Berdasarkan data ASDP cabang Bakauheni, jumlah pemudik sepeda motor yang sudah melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung berjumlah 26.919 unit. ANTARA/Ardiansyah

    Pemudik kendaraan bermotor bersiap melakukan penyeberangan ke Pulau Jawa melalui Demaga 6 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, 30 Juni 2017. Berdasarkan data ASDP cabang Bakauheni, jumlah pemudik sepeda motor yang sudah melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung berjumlah 26.919 unit. ANTARA/Ardiansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jamil Azzaini, pemudik yang akan menuju Lampung, mengatakan pengalaman mudik saat menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, lebih lancar dibanding tahun sebelumnya. Jamil menceritakan ia berangkat pada H-2 atau Rabu, 13 Juni 2018, dari Bogor, Jawa Barat, menuju pelabuhan tidak menemukan antrean panjang.

    "Dari mulai beli tiket menyeberang, menunggu antrean, hingga naik ke kapal paling lama satu jam," kata Jamil ketika dihubungi Tempo, Jumat, 22 Juni 2018.

    Simak: Politikus Gerindra Dilaporkan ke Polisi karena Mudik Neraka

    Sebelumnya, politikus Gerindra, Habiburokhman, menyatakan mudik tahun ini seperti neraka. Hal itu ia sampaikan karena terjebak antrean panjang di Pelabuhan Merak pada dua hari sebelum Lebaran. Waktu itu, saat di Pelabuhan Merak, ia hendak menyeberang ke Bakauheni dengan kapal feri.

    Namun pernyataan itu kemudian banyak dikritik dan berbuah pelaporan terhadap Habiburokhman ke Badan Reserse Kriminal Polri oleh Danick Danoko, yang mengaku sebagai mahasiswa. Danick menuturkan mengetahui kondisi di Pelabuhan Merak pada H-2. Ia menilai pernyataan Habiburokhman itu sebagai sebuah kebohongan.

    Baca: Pelapor Mudik Neraka Habiburokhman Bawa 3 Bukti Baru

    Meski demikian, Jamil, yang berprofesi sebagai motivator, menuturkan, saat ia keluar dari jalan tol Merak pada pukul 08.10 setelah berangkat dari Bogor sehabis subuh, kepadatan sempat terjadi menuju pelabuhan. Namun di dalam pelabuhan sendiri, kata dia, kemacetan atau kepadatan dan antrean tidak terjadi.

    Jamil mengatakan, selama hampir 30 tahun mudik dari Bogor menuju Lampung, mudik tahun ini lebih lancar dibanding tahun sebelumnya. Bahkan waktu tunggu di pelabuhan rata-rata lebih baik dibanding sebelumnya.

    Baca: Habiburokhman Laporkan Balik Danick Danoko Soal Mudik Neraka

    "Saya sudah 30 tahun bolak-balik Lampung ke Jakarta karena orang tua saya di Lampung. Saya bandingkan, mudik tahun ini menurut saya lebih lancar daripada sebelumnya," ujar Jamil, yang juga merupakan CEO Kubik Leadership sebuah perusahaan di bidang kepemimpinan dan pengembangan personal.

    Data PT ASDP Ferry Indonesia mencatat, pada H-2 atau Rabu, 13 Juni 2018, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 150.247 orang. Jumlah tersebut lebih rendah dibanding pada H-3, yang tercatat menjadi masa puncak arus mudik di Pelabuhan Merak, dengan total 170.998penumpang. Saat puncak arus tersebut, jumlah pengendara sepeda motor tercatat mencapai 25.697 atau 2,5 kali lipat dibanding hari sebelumnya.

    Baca juga: Sebut Siap Terjun dari Puncak Monas, Ini Kata Habiburokhman

    Berdasarkan data manifes di lapangan, Corporate Secretary PT ASDP Ferry Indonesia Imelda Alini juga menyatakan kemacetan berlebihan tak terjadi di Pelabuhan Merak selama arus mudik, terutama pada H-3 dan H-2. Menurut dia, berdasarkan hasil pantauan dari CCTV dan pengecekan di lapangan, tak terjadi kemacetan seperti yang beredar di media.

    "Jadi enggak ada kemacetan sampai berjam-jam mulai dari masuk tol pelabuhan sampai naik kapal. Bahkan beberapa penumpang juga menyampaikan kepada kami bahwa hari H-2 itu cuma butuh 30 menit dari tol sampai naik ke kapal," tuturnya kepada Tempo ketika dihubungi terpisah. (*)

    Lihat juga video: Ini Cara Bukalapak Antisipasi Kedatangan Raja Online Amazon.com



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.