Airnav: Festival Balon Udara Jaga Keselamatan Penerbangan

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta menerbangkan balon udara saat mengikuti Festival Balon Udara Ponorogo di Lapangan Jepun, Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis, 21 Juni 2018. Festival ini digelar untuk meminimalisir penerbangan balon udara secara liar selama perayaan Lebaran 2018. ANTARA/Siswowidodo

    Peserta menerbangkan balon udara saat mengikuti Festival Balon Udara Ponorogo di Lapangan Jepun, Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Kamis, 21 Juni 2018. Festival ini digelar untuk meminimalisir penerbangan balon udara secara liar selama perayaan Lebaran 2018. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama AirNav Indonesia Novie Riyanto mengatakan kegiatan festival balon udara bertajuk Java Balloon Festival yang diselenggarakan di Kota Pekalongan membawa dampak positif bagi keselamatan penerbangan di Tanah Air, khususnya di wilayah udara Jawa Tengah.

    "Melalui Festival Balon Udara 2018 berupa kegiatan lomba menerbangkan balon hias ke udara yang ditambatkan, akan berpengaruh terhadap frekuensi penerbangan balon udara liar, meski pada Lebaran 2018 masih banyak warga yang tetap menerbangkan balon," katanya di Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat, 22 Juni 2018.

    Baca juga2019, Jalur Penerbangan Ditargetkan Bebas Balon Udara Liar

    Dengan adanya sosialisasi bahaya penerbangan melalui kegiatan lomba menerbangkan balon hias ini dapat menyadarkan masyarakat akan bahaya balon udara liar bagi dunia penerbangan.

    Lomba menerbangkan balon hias yang ditambatkan, kata Novie, selain akan bisa menyalurkan kreatifitas warga, juga bisa dinikmati oleh orang lain dan menumbuhkembangkan pariwisata.

    "Aturannya kan tidak lebih dari 150 meter, kemudian balon diikat dengan tali atau ditambatkan lalu dinilai. Ada dua hal yang menarik terhadap aktivitas tersebut seperti bagaimana mereka mengasapi balon agar bisa terbang dan bagaimana mereka mengontrol balon yang akan terbang ke udara," katanya.

    Baca jugaKemenhub: Penerbang Balon Udara Paling Banyak dari Jawa Tengah

    Wali Kota Pekalongan Saelany Mahfudz mengatakan pemerintah daerah masih memaklumi jika pada Lebaran 2018 masih ada balon udara liar terbang karena kegiatan sosialisasi ini membutuhkan waktu relatif panjang.

    "Kalau ada satu atau dua yang menerbangkan (balon udara) saya masih memakluminya. Akan tetapi pada tahun depan saya berharap sudah tidak ada lagi warga yang menerbangkan balon liar ke udara," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?