Selasa, 13 November 2018

Tragedi Danau Toba, Ini Imbauan Gubernur Sumatera Utara

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal motor membawa penumpang menyeberangi Danau Toba, Rabu, 20 Juni 2018. Kapal ini menjadi salah satu alat transportasi dari Parapat ke Pulau Samosir atau sebaliknya. ANTARA/Irsan

    Kapal motor membawa penumpang menyeberangi Danau Toba, Rabu, 20 Juni 2018. Kapal ini menjadi salah satu alat transportasi dari Parapat ke Pulau Samosir atau sebaliknya. ANTARA/Irsan

    TEMPO.CO, Medan - Pelaksana harian Gubernur Sumatera Utara R. Sabrina meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperketat pengawasan standar angkutan penyeberangan khususnya angkutan air di kawasan Danau Toba. Ia juga mengimbau agar pengusaha transportasi air di sekitar Danau Toba lebih memperhatikan keselamatan penumpang dan kelaikan operasi armada transportasi air.

    "Peralatan keselamatan penumpang, seperti pelampung, harus benar-benar diperhatikan. Agar kemudian hari tidak terulang lagi peristiwa kapal tenggelam yang banyak memakan korban akibat kelebihan muatan," ujar Sabrina, Kamis, 21 Juni 2018.

    Baca: Tragedi Danau Toba, Pengusaha Transportasi: Aman Itu Tidak Murah

    Sabrina juga mengharapkan dukungan semua pihak agar proses evakuasi terhadap korban tenggelamnya KM Sinar Bangun lebih maksimal. Pernyataan ini merespons tenggelamnya KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba pada Senin lalu. Tidak adanya manifes penumpang dan sistem keamanan yang seharusnya di kapal menjadi kendala tersendiri dalam peristiwa tersebut.

    Secara terpisah, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan untuk mempercepat evakuasi korban tenggelamnya KM Sinar Bangun akan ada beberapa unit yang bekerja. Pertama, kepolisian akan memastikan jumlah korban. 

    Baca: KNKT Belum Investigasi Menyeluruh Kapal Tenggelam di Danau Toba

    Kedua, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP/Basarnas) akan melakukan pencarian sesuai dengan standar operasional yang ada. "Berapa jumlah yang orang korban dan hilang tersebut berdasarkan data-data dan laporan perkiraan jumlah orang yang masuk di pelabuhan? Sehingga, tidak terjadi simpang siur. Dengan data yang jelas akan membantu pencarian korban," kata Hadi.

    Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri akan mendukung melalui kegiatan wawancara tentang apa yang terjadi sebelum kapal tenggelam guna memastikan data penumpang sebenarnya. Polri juga bakal menyelidiki kemungkinan adanya unsur pidana dalam kejadian ini karena pada penyelidikan awal ditemukan beberapa potensi kelalaian.

    Menurut Tito, idealnya kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba pada Senin lalu itu hanya mampu menampung lebih kurang 62 orang. "Namun, nahkoda sudah sering mengangkut hingga 150 orang," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?