Sabtu, 15 Desember 2018

ASITA Kecam Keras Kasus Pemerkosaan Turis Asing di Labuan Bajo

Reporter:
Editor:

Anisa Luciana

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan mancanegara tiba di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 13 Oktober 2015. Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil komodo yang mempunyai landscape indah dengan hamparan savana dan kepulauan vulkanis di sekitar kawasan Taman nasional Komodo. Pulau ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh Unesco. TEMPO/Frannoto

    Sejumlah wisatawan mancanegara tiba di dermaga Loh Buaya di Pulau Rinca, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, 13 Oktober 2015. Pulau Rinca merupakan salah satu habitat reptil komodo yang mempunyai landscape indah dengan hamparan savana dan kepulauan vulkanis di sekitar kawasan Taman nasional Komodo. Pulau ini ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh Unesco. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur (NTT) Abed Frans mengecam keras tindakan pemerkosaan terhadap wisatawan asing asal Prancis yang dilakukan oleh oknum yang mengaku pemandu wisata di Labuan Bajo, Pulau Flores.

    "Kami mengecam keras kejadian ini, ini sangat memalukan dan mencoreng pariwisata kita di NTT, terutama di Labuan Bajo yang menjadi destinasi wisata unggulan," kata Abed Frans di Kupang, Kamis, 21 Juni 2018.

    Baca juga: Gunung Agung Erupsi, ASITA: Masih Terbuka Potensi Wisata

    Ia menjelaskan, seorang wisatawan asing asal Prancis berusia 22 tahun berinisial MB diperkosa seseorang yang mengaku sebagai pemandu wisata berinisial A di Labuan Bajo pada Selasa, 12 Juni 2018.

    Kejadian tersebut berawal ketika korban diantar pelaku menuju lokasi wisata Air Terjun Cunca Wulang menggunakan sepeda motor.

    Baca juga: Asita Siapkan Kerjasama Ini Targetkan 15 Juta Kunjungan Wisata

    Abed berharap pihak Kepolisian Resor Manggarai Barat segera menangkap pelaku tindakan terkutuk itu yang berdampak buruk terhadap pariwisata di Labuan Bajo yang merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional itu.

    "Sebagai bagian dari pelaku pariwisata kami jelas sangat malu dan geram dengan atas kejadian ini, kami berharap polisi segera mengusut dan menangkap pelaku," katanya.

    Ia meminta pihak Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Kabupaten Manggarai Barat bersama pemerintah daerah setempat agar segera mengatasi masalah tersebut hingga tuntas.

    Baca juga: Ini Pengeluaran Obama Liburan 6 Hari di Bali Menurut ASITA

    Menurutnya, pemerintah daerah dan HPI setempat memberikan jaminan bahwa pemandu wisata yang bertugas di Labuan Bajo mengantongi sertifikat resmi dari pemerintah atau lembaga resmi.

    Ia menambahkan, pelayanan ASITA sebagai operator tur juga tergantung dari kinerja pemandu wisata yang dipilih untuk melayani wisatawan di lapangan. Ia berharap untuk selanjutnya tidak terulang kembali karena akan berdampak buruk terhadap pembangunan pariwisata di daerah itu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.