2019, Kemenhub Targetkan Program Mudik Bareng Naik 3 Kali Lipat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik menaiki bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018. Peningkatan pemudik dengan bus sebesar 1,76 persen atau mencapai delapan juta orang. ANTARA/Aprillio Akbar

    Pemudik menaiki bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Rabu, 13 Juni 2018. Peningkatan pemudik dengan bus sebesar 1,76 persen atau mencapai delapan juta orang. ANTARA/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan bakal mengajak perusahaan-perusahaan otobus untuk berpartisipasi dalam mudik bareng yang disediakan pemerintah pada Lebaran berikutnya. Dengan demikian, omzet para penyedia jasa bus dapat terdongkrak meski pemerintah terus menyediakan mudik gratis.

    "Kemenhub berencana menaikkan program mudik bareng tiga kali lipat, jadi saya juga akan memberikan porsi kepada tiap perusahaan otobus," ujar Budi di Terminal Kampung Rambutan, Selasa, 19 Juni 2018. 

    Simak: Lebaran 2018, Pelni Sediakan 2.000 Tiket Gratis 

    Selama ini, program mudik bareng yang diselenggarakan memang tidak bekerjasama denga perusahaan otobus, melainkan dengan menyewa bus pariwisata. Ke depannya, ia menyebut akan memberi ruang kepada perusahaan otobus untuk ikut serta dalam program itu.

    Namun, Budi mengatakan ajakan itu bukan tanpa syarat. Melainkan para perusahaan otobus mesti menyiapkan bus yang bagus terlebih dahulu untuk bisa berpartisipasi.

    "Kalau tidak, saya tidak mau," kata Budi.

    Baca: BUMN Sediakan 3.490 Bus Mudik Gratis

    Budi mengatakan usaha transportasi bus menjadi salah satu sektor yang ia perhatikan. Sebab, moda ini termasuk moda angkutan yang sudah dikenal masyarakat dan sistemnya point to point.

    Namun, lantaran saat ini perusahaan otobus mayoritas mengutamakan efisiensi, maka semakin hari fasilitasnya semakin menurun. Saat itu lah bus mulai ditinggalkan penumpang.

    Simak: Mudik 2018 Gratis Bareng BUMN, Begini Caranya

    Dua hal yang menurut Budi mesti diterapkan perusahaan otobus antara lain sistem pemesanan tiket online dan perbaikan mutu bus.

    "Kalau tidak baik, masyarakat merasa tertipu karena mereka sudah membayar masa dapat bus yang jelek," kata Budi. Oleh karena itu, ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan sistem pemesanan tiket online bisa diterapkan sepenuhnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?