Cari Korban Hilang, 15 Penyelam Dikirim ke Danau Toba

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personil Basarnas merapatkan kapal usai melakukan pencarian penumpang korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba di Dermaga Tigaras, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa 19 Juni 2018. Kapal KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Sumatra Utara. ANTARA/Lazuardy Fahmi

    Personil Basarnas merapatkan kapal usai melakukan pencarian penumpang korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba di Dermaga Tigaras, Simalungun, Sumatra Utara, Selasa 19 Juni 2018. Kapal KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba, Sumatra Utara. ANTARA/Lazuardy Fahmi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Posko Harian Mudik Nasional Kementerian Perhubungan, Arif Toha mengatakan 15 penyelam diperbantukan untuk mencari korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba, akibat cuaca buruk. "Pagi ini sudah diberangkatkan dari Halim," ujar dia di Kantor Kemenhub, Selasa, 19 Juni 2018.

    Arif menuturkan sebelumnya ada lima penyelam yang melakukan pencarian. Untuk memaksimalkan penyelamatan, 15 penyelam yang berasal dari Badan SAR dan TNI dikerahkan.

    Simak: Jasa Raharja Akan Biayai Korban Kapal Tenggelam di Danau Toba

    Hingga saat ini, Arif menuturkan korban hilang mencapai 39 orang dan 18 sudah ditemukan. "Untuk manifestasi jumlah penumpang kami kasih update datanya," kata dia.

    Hasil investigasi sementara, penyebab tenggelamnya kapal penyebrangan tersebut dikarenakan cuaca buruk. Saat itu, kata Arif, ombak di Danau Toba mencapai 3 meter.

    Simak: KM Sinar Bangun Tenggelam di Danau Toba, Berikut Daftar Korbannya

    Untuk kondisi kapal, ujar Arif, Kapal Sinar Bangun memiliki izin lengkap hingga 2 April 2019. "Otomatis kapal tersebut sudah dicek oleh Dishub," ucap Arif.

    Kecelakaan terjadi saat kapal membawa puluhan penumpang berangkat dari pelabuhan Simanindo Samosir menuju pelabuhan Tiga Ras Simalungun, Senin, 18 Juni 2018 sekitar Pkl 17.15 WIB. Kapal tenggelam diduga karena hantaman ombak besar di Danau Toba sehingga penumpang kapal beserta muatannya ikut tenggelam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.