Kemenhub: 1,5 Juta Kendaraan yang Mudik Belum Kembali ke Jakarta

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 18 Juni 2018. Berdasarkan data PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) volume kendaraan yang melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga pada arus balik periode Senin (18/6) dari pukul 06.00 - 12.00 WIB telah mencapai 4.190 kendaraan. ANTARA

    Antrean panjang kendaraan mobil arus balik melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga di Susukan, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 18 Juni 2018. Berdasarkan data PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) volume kendaraan yang melintasi jalur tol fungsional Solo-Salatiga pada arus balik periode Senin (18/6) dari pukul 06.00 - 12.00 WIB telah mencapai 4.190 kendaraan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Posko Nasional Angkutan Mudik Lebaran Kementerian Perhubungan, Hary Kriswanto mengatakan kendaraan keluar 1.741.219 Jakarta. "Angka tersebut teehimpun dari H-8 (7 Juni 2018) sampai H+2 ( 16 Juni 2018)," ujar dia di Kemenhub, Senin, 18 Juni 2018.

    Hary menyebutkan, hingga saat ini baru 192.381 kendaraan yang kembali ke Jakarta. Dia memperkirakan arus balik terjadi pada tanggal 19 dan 20 Juni 2018. "Masih ada 1.548.838 kendaraan yang belum kembali ke Jakarta," tutur dia.

    Simak: Kemenhub: Lonjakan Arus Mudik 2018 Terjadi Lagi

    Dia memprediksi masih ada 89 persen kendaraan yang belum kembali ke Jakarta. Jumlah tersebut terhimpun sejak H+1 pada Ahad, 17 Juni 2018.

    Jika dibandingkan tahun 2017, kata Hary, kendaraan yang keluar Jakarta menurun hingga 26 persen. Tahun lalu, ada 2.377.849 kendaraan yang melintas.

    Baca: Kemenhub: Arus Balik Terpantau Masih Landai

    Angka tersebut turun dikarenakan, kemungkinan masyarakat beralih ke moda lain. Tahun ini banyak mudik gratis diselenggarakan oleh pemerintah. "Sekarang pemudik banyak yang memilih naik pesawat, kapal, juga ikut mudik bareng," tutur Hary.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pro Kontra Kemendikbud Menerapkan Zonasi Sekolah pada PPDB 2019

    Zonasi sekolah di PPDB yang diterapkan Kemendikbud memicu pro dan kontra. Banyak orang tua menganggap sistem ini tak adil dan merugikan calon siswa