Sabtu, 15 Desember 2018

Menjelang Lebaran 2018, Ini Permintaan Garuda pada Pilot dan Karyawan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Pahala Nugraha Mansury saat membagikan cokelat untuk para penumpang Garuda di Teminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 11 Juni 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Pahala Nugraha Mansury saat membagikan cokelat untuk para penumpang Garuda di Teminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, 11 Juni 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Garuda Indonesia menyayangkan pernyataan Asosiasi Pilot Garuda dan Serikat Karyawan Garuda mengenai rencana mereka mogok pada pekan kedua Juli 2018 jika tidak mendapatkan solusi atas tuntutannya. Meski perusahaan penerbangan pelat merah itu tetap mengapresiasi komitmen pilot dan karyawan dalam kelancaran operasional selama musim puncak Lebaran 2018 ini.

    "Seharusnya penuh dengan semangat silaturahim dan saling memaafkan khususnya menjelang masyarakat Indonesia merayakan Hari Raya Idul Fitri," ujar VP Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Hengki Heriandono dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Kamis, 14 Juni 2018. Ia berujar manajemen sebenarnya telah mengajak dua asosiasi pekerja itu untuk berkomunikasi dalam berbagai forum, baik formal maupun informal.

    Baca: Lebaran 2018 Jatuh pada 15 Juni? Ini Kata Kepala LAPAN

    Manajemen Garuda pun meminta Sekarga dan APG bisa mempercayai upaya satuan tugas yang telah dibentuk pemerintah untuk melakukan mediasi dalam rangka menemukan solusi permasalahan yang ada. Harapannya, para pilot dan karyawan Garuda bisa tetap bekerja sesuai dengan tugas masing-masing dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan Garuda Indonesia.

    "Aksi mogok bukanlah solusi, masih ada upaya yang dapat dilakukan untuk mencari titik temu," kata Hengki. Ia menegaskan komitmen manajemen untuk terus membangun komunikasi kepada seluruh karyawan, termasuk penerbang, awak kabin dan karyawan darat.

    Baca: Sampai H-3 Lebaran 2018, 1,2 Juta Orang ke Bandara Soekarno Hatta

    "Manajemen akan melakukan upaya maksimal agar pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan Garupenerbangan. da Indonesia tidak terganggu dan tetap memastikan kelancaran operasional," ujar Hengki.

    Sekarga dan APG mengancam mogok pada pekan kedua Juli 2018 jika tidak mendapatkan solusi atas tuntutan mereka.

    Baca: Banyak Sampah di Tol, Menteri Siti Imbau Pemudik Tak Buang Sampah

    Awalnya, Asosiasi Pilot Garuda dan Sekarga mengancam 1.300 pilot dan 5.000 kru Garuda akan mogok pada musim arus mudik Lebaran 2018. Namun, rencana tersebut diurungkan setelah pemerintah membantu Satuan Tugas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Ketua Asosiasi Pilot Garuda Bintang Hardiono sangat mendukung kegiatan operasional untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Namun, dia khawatir kondisi ketidakpercayaan karyawan terhadap kepemimpinan Direksi Garuda Indonesia saat ini akan semakin berdampak terhadap kinerja perusahaan dan berpengaruh terhadap aspek-aspek lainnya.

    Bintang juga sangat menghormati langkah dari pemerintah melalui Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan yang membantu menyelesaikan permasalahan internal Garuda Indonesia. Hasilnya akan diputuskan pada pekan pertama Juli 2018 .

    Baca berita tentang Lebaran 2018 lainnya di Tempo.co.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penyerangan Polsek Ciracas Diduga Ada Konflik TNI dan Juru Parkir

    Mabes Polri akan mengusut penyerangan Polsek Ciracas yang terjadi pada Rabu, 12 Desember 2018 dini hari. Diduga buntut konflik TNI dengan juru parkir.