Kemenhub Prediksi 5,9 Juta Penumpang Pesawat pada Mudik 2018

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan inspeksi dadakan soal keamanan di Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 13 Mei 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan inspeksi dadakan soal keamanan di Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 13 Mei 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Tangerang - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso memprediksikan hingga lebaran nanti ada 5,9 juta penumpang menggunakan angkutan udara pada mudik 2018. Angka itu dihitung berdasarkan total bangku yang terjual hingga akhir Ramadan 2018.

    "Dibandingkan dengan moda lain, jumlah penumpang pesawat merupakan yang paling tinggi," ujar Agus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 13 Juni 2018.

    Baca juga: Kemenhub Yakin Angka Kecelakaan Mudik 2018 Turun 30 Persen

    Ia mengatakan ada kenaikan penggunaan pesawat sebagai angkutan mudik lebaran ketimbang tahun lalu, yaitu sekitar 10-11 persen. Pemudik pesawat tahun lalu tercatat sebanyak sekitar 5,3 juta orang.

    Meski ada kenaikan jumlah kenaikan pemudik menggunakan pesawat, puncak arus mudik angkutan udara tahun ini tetap hanya terjadi sekali dan pada H-6 Lebaran, yaitu pada Sabtu lalu, 9 Juni. Pada tahun lalu, puncak arus mudik terjadi pada H-2 Lebaran.

    Simak pula: Persiapan Mudik Lebaran, Kemenhub: 80 Persen Bus Sudah Diperiksa

    "Perbedaan disebabkan libur tahun ini sudah jauh-jauh sebelum Lebaran, sehingga masyarakat menggunakan mudik persis pada hari awal libur," kata Agus.

    Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin juga melihat panjangnya waktu libur Lebaran tahun ini menyebabkan pola pergerakan pemudik berbeda ketimbang tahun lalu. Tahun ini, pola pergerakan penumpang dan pesawat relatif lebih merata dan tersebar.

    Lihat pula: Kemenhub Pastikan Kenaikan Harga Tiket Pesawat Masih Wajar

    "Tidak ada lonjakan atau spike yang terlalu signifikan pada H-3 atau H-2 yang biasanya selalu terjadi. Kalau kita lihat tahun ini, hampir merata," ujar Awaluddin.

    Sebagai contohnya adalah di Bandara Soekarno-Hatta, arus pemudik pada H-8 hingga H-3, kata dia, hampir sama banyak. "Paling tinggi di h-7, 206 ribu pergerakan penumpang. Tadi malam, H-3, kembali di angka 204 ribu penumpang," ucap Awaluddin. Padahal, sebelumnya, ia melihat ada lonjakan pemudik yang cukup tinggi pada H-3 dan H-2.

    Sementara, hingga kemarin malam, pergerakan penumpang di seluruh bandara AP II tercatat pergerakan penumpang sekitar 2,06 juta orang dan pergerakan pesawat hampir 14,5 ribu lepas landas dan mendarat.

    "Kami melihat bahwa pergerakan pesawat tumbuh kurang lebih 4,5 persen dan pergerakan penumpang naik 9 persen dibandingkan periode yang sama dalam arus mudik tahun lalu," kata Awaluddin soal arus mudik 2018 dengan pesawat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.