Senin, 25 Juni 2018

Menhub Budi Karya Sumadi Minta Rest Area Tol Cipali Ditambah 2

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemudik bersantap sahur di kawasan parkir mobil rest area KM 102 jalan tol Cipali, Subang, 16 Juli 2015. Selepas subuh kondisi rest area relatif lancar dan terurai kembali. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah pemudik bersantap sahur di kawasan parkir mobil rest area KM 102 jalan tol Cipali, Subang, 16 Juli 2015. Selepas subuh kondisi rest area relatif lancar dan terurai kembali. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Cikarang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta jumlah rest area di Jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Tol Cipali, Jawa Barat, ditambah menjelang arus balik lebaran 2018. Sebab, tol ini dinilai menjadi lokasi titik lelah pemudik dari Jawa Timur dan Jawa Tengah yang akan menuju ke Jawa Barat dan Jakarta.

    Budi mengatakan ketersediaan rest area memang selalu menjadi persoalan utama di setiap ajang mudik. "Dulu masalahnya rest area, sekarang juga," kata Budi dalam rapat koordinasi bersama Polri di Kantor PT Jasa Marga (persero), Cikarang, Jawa Barat, Rabu, 13 Juni 2018.

    Baca juga: Dua Petugas Tol Cipali Tewas Ditabrak Pemudik

    H-2 mudik lebaran, kepadatan lalu lintas pemudik terjadi menjelang empat lokasi rest area di KM 86, KM 102, KM 130, dan KM 166. Kepadatan juga terjadi dari Cikopo hingga daerah Indramayu, Jawa Barat.

    Saat ini, PT Lintas Marga Sedaya sebagai pengelola Tol Cipali menyediakan empat rest area di jalur mudik Cikopo ke Palimanan, dan tiga rest area di jalur balik dari Palimanan ke Cikopo. Untuk itu, Budi meminta jumlah rest area di jalur balik menjadi dua lagi.

    Simak pula: Lebaran, Operator Tol Cipali Operasikan 26 Gardu Urai Kemacetan

    Dua rest area tersebut hanyalah lokasi pemberhentian darurat sementara bagi pemudik yang kelelahan dalam perjalanan. Budi meminta Badan Pengelola Jalan Tol Kementerian Perhubungan untuk membahas hal ini dengan PT LMS. "Jadi kalau ada tanah yang cukup datar di pinggir, coba dimanfaatkan," ujarnya.

    Asisten Operasional Kapolri, Inspektur Jenderal Deden Juhara mengatakan tambahan rest area ini memang dibutuhkan untuk menghindari kepadatan lalu lintas semakin parah. Rest area ini, menurut dia, tidak perlu besar dan lengkap karena hanya sementara. "Tinggal pasang tenda saja, kalau ada warga yang mau jualan, silahkan," kata Deden.

    Anggota BPTJ Eka Pria Anas akan membahas usulan dari Budi soal rest area di Tol Cipali hari ini bersama PT LMS. Ia mengharapkan, PT LMS yang mayoritas Plus Expressways Berhad, perusahaan konstruksi asal Malaysia, ini bisa menyediakan dua rest area darurat tersebut. "Hari ini dan besok BPJT akan ajak bicara," kata Eka. 


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Pelatih Paling Mahal di Piala Dunia 2018

    Ini perkiraan jumlah gaji tahunan para pelatih tim yang lolos Piala Dunia 2018.