Minggu, 19 Agustus 2018

Angkasa Pura Diminta Antisipasi Lonjakan Pemudik Lebaran

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    Calon penumpang mengantre untuk check in di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 11 Juni 2018. Menurut hasil rekapitulasi Posko Lebaran Ahmad Yani, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari H-8 sampai H-5 Lebaran mencapai 64.591 penumpang atau meningkat 17.120 penumpang dibanding waktu yang sama pada arus mudik 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, Gatot Trihargo meminta agar PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II terus berupaya memberikan pelayanan ekstra selama masa angkutan lebaran 2018.

    “Diharapkan Angkasa Pura dapat menyiapkan dan memberi pelayanan yang baik bagi para penumpang pesawat," kata Gatot dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu 12 Juni 2018.

    Baca: H-3 Lebaran, 19.716 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir

    Hingga hari ketiga masa angkutan lebaran 2018 atau H-6 jelang idul fitri, Angkasa Pura telah melayani hampir dua juta penumpang, dengan rincian sebanyak 867.660 penumpang terlayani pada 13 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I. Angka tersebut meningkat 5,18 persen dibandingkan tahun 2017.

    Sementara itu, di 15 bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II ada sebanyak 1.036.166 penumpang yang terlayani. Angka tersebut meningkat 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

    Baca: Mudik Lebaran 2018, SPBU Mobile di Tol Cikampek Sepi Pengunjung

    Lebih lanjut, Gatot menjelaskan untuk bandara yang dikelola oleh AP I Bandara Frans Kaisiepo Biak menempati urutan pertama pertumbuhan penumpang tertinggi sebesar 41. Setelah itu diikuti oleh Bandara Ahmad Yani Semarang 27 persen, Bandara Adi Soemarmo Surakarta 23,7 persen, Bandara Adisutjipto Yogyakarta 18 persen dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar 13,7 persen.

    Sementara di bandara yang dikelola AP II pertumbuhan penumpang tertinggi ada di Bandara Banyuwangi yang tumbuh 133,5 persen, diikuti oleh Bandara Silangit 39,5 persen, Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjung Pinang 23,8 persen, Bandara Internasional Minangkabau Padang 20,4 persen dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang 18,5 persen. “Kami memperkirakan lonjakan penumpang akan terus berlanjut hingga menjelang hari H lebaran atau tanggal 15 Juni 2018,” kata dia.  

    Selain itu, Gatot juga mengimbau penumpang agar memulai perjalanan ke Bandara kurang lebih 3 jam sebelum jam perjalanan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas menuju bandara. Untuk persiapan keberangkatan para penumpang juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas-fasilitas digital check-in seperti web check-in atau mobile apps check-in pada gadget masing-masing.

    Gatot menuturkan sebagai upaya antisipatif, AP I telah melakukan penambahan kapasitas terminal penumpang di bandara Adisutjipto Yogyakarta dan bandara Ahmad Yani Semarang. Selain itu Gatot mengatakan akan melakukan penambahan kapasitas parkir pesawat di apron timur (parking stand) bandara Ngurah Rai Bali.

    Adapun penerapan Airport Operation Control Center (AOCC) pada masa angkutan lebaran kali ini, kata Gatot, terdapat di bandara Sultan Aji Muhammad Sepinggan Balikpapan dan bandara Sultan Hasanuddin Makassar oleh AP I, serta di Bandara Soekarno Hatta oleh AP II. “Tak hanya itu, AP I dan AP II pun telah melakukan penambahan tenaga pengamanan, tambahan fasilitas Self Check-In Kiosk dan Mobile Assistance Check-In hingga pemberian insentif kepada maskapai penerbangan,” ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.