Jumat, 20 Juli 2018

Gunung Agung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2 Kilometer

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Agung saat erupsi pada 15 Januari 2018 pukul 07:32 WITA. Erupsi disertasi asap dan abu vulkanik dengan tekanan sedang dan condong ke arah timur laut.

    Gunung Agung saat erupsi pada 15 Januari 2018 pukul 07:32 WITA. Erupsi disertasi asap dan abu vulkanik dengan tekanan sedang dan condong ke arah timur laut.

    TEMPO.CO, JakartaGunung Agung di Bali kembali meletus pada hari ini pukul 11.05 WITA. Dalam erupsinya kali ini, Gunung Agung menyemburkan kolom abu setinggi 2.000 meter atau 2 kilometer

    "Telah terjadi erupsi Gunung Agung, Bali pada tanggal 13 Juni 2018 pukul 11:05 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 5.142 m di atas permukaan laut)," seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Rabu, 13 Juni 2018.

    Baca: Pertamina: Konsumsi Avtur Bandara Ngurah Rai Mulai Pulih Sejak Erupsi Gunung Agung

    Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 2 menit 12 detik. Saat ini, Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga).

    Dengan status itu, Kementerian ESDM memberi sejumlah rekomendasi. Pertama, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki, pengunjung atau wisatawan agar tidak berada ataupun tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

    Baca: Erupsi Gunung Agung, OJK Relaksasi Kredit Bank di Karangasem

    Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu. Hal ini mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual atau terbaru.

    Rekomendasi kedua adalah bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder. Potensi ancaman bahaya sekunder yang dimaksud berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Adapun area landasan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

    Sebelumnya Gunung Agung pernah erupsi pada akhir November lalu. Akibat letusan gunung tersebut, sebanyak 22 penerbangan membatalkan, mengubah arah, dan kembali ke bandara asal hingga Sabtu, 25 November 2017.

    Gunung Agung pada akhir tahun lalu meletus pada Selasa, 21 November 2017, pukul 17.05. Sejak saat itu, erupsi terus terjadi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sebaran abu vulkanik mengarah ke timur hingga tenggara menuju ke daerah Lombok, berdasarkan Satelit Himawari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

    Akibat letusan Gunung Agung saat itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mengeluarkan peringatan penerbangan dinaikkan dari Orange menjadi Red. Sejumlah maskapai penerbangan pun memutuskan batal mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali.

    BISNIS | VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggota Tim Sukses Sudirman Said Dituduh Membawa Uang Narkotik

    Ian Lubis, anggota tim sukses calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said, disergap polisi dengan tuduhan membawa uang narkotik senilai Rp 4,5 miliar.