Jika Pilot Garuda Mogok, TNI AU Tak Bisa Langsung Kerahkan Pilot

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 44 Perwira Sekolah Penerbang dari tiga Matra Angkatan Darat, Laut, dan Udara merayakan kelulusan dengan upacara sederhana di Hanggar Grob Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 23 Maret 2018. Upacara kelulusan angkatan 95 Sekolah Penerbang AAU dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Adi Sutjipto Jogjakarta, Marsma TNI Novyan Samyoga. Bram Selo Agung/Tempo

    Sebanyak 44 Perwira Sekolah Penerbang dari tiga Matra Angkatan Darat, Laut, dan Udara merayakan kelulusan dengan upacara sederhana di Hanggar Grob Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, 23 Maret 2018. Upacara kelulusan angkatan 95 Sekolah Penerbang AAU dipimpin langsung oleh Komandan Lanud Adi Sutjipto Jogjakarta, Marsma TNI Novyan Samyoga. Bram Selo Agung/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara Marsekal Pertama Novyan Samyoga mengatakan jika pilot Garuda Indonesia mogok, TNI AU tidak bisa langsung mengerahkan pilot mereka.

    "Lagian memang berbeda, pesawat Garuda dengan pesawat tempur," kata Samyoga saat dihubungi, Sabtu, 9 Juni 2018.

    Baca juga: 3 Langkah Antisipasi Dirut Hadapi Ancaman Mogok Pilot Garuda

    Samyoga mengatakan hal itu bisa terjadi jika direncanakan dari jauh-jauh hari. "Dilatih dahulu, baru bisa," ujar Samyoga.

    Pada 2 Juni 2018, maskapai penerbangan Garuda Indonesia telah meminta bantuan puluhan pilot TNI Angkatan Udara untuk membantu operasional penerbangan maskapai pelat merah itu jika aksi mogok terbang dilakukan oleh Asosiasi Pilot Garuda Indonesia.

    Simak pula: Luhut Jadi Mediator Direksi dan Pilot Garuda

    "Kami sudah meminta bantuan pilot TNI untuk dipinjamkan," ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono saat temu media di Pasifik Place, Jakarta.

    Menurut Hengky, jumlah pilot TNI AU yang akan membantu Garuda Indonesia tidak sampai 100 orang. Namun ia memastikan jumlah itu cukup untuk mengantisipasi jika kondisi Garuda Indonesia kekurangan pilot karena aksi mogok tersebut.

    Lihat pula: Luhut: Pilot Garuda dan Manajemen Tak Dilibatkan dalam Satgas

    Para pilot TNI AU itu, kata Hengky, sudah menyelesaikan masa training di Garuda Indonesia. "Jadi, siap diperbantukan untuk mengantisipasi kondisi jika diperlukan," ujarnya.

    Samyoga mengatakan TNI AU dan Garuda ada kerja sama dalam penugasan pilot. Namun sifatnya untuk pilot TNI AU yang kekurangan jam terbang dan hanya pilot pesawat B-737. "Jumlahnya juga sedikit, jadi tidak ada hubungannya dengan isu pemogokan pilot Garuda. Apalagi proses untuk menerbangkan pesawat sipil (Garuda) juga tidak sederhana," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H