Antam Berharap Cadangan Emas dari Tambang Freeport

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Emas batangan motif batik seri II dari Antam.

    Emas batangan motif batik seri II dari Antam.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berharap mendapatkan cadangan emas dari PT Freeport Indonesia. Antam tengah kelimpungan mencari cadangan emas baru untuk menggenjot produksinya. Tanpa penemuan anyar, Direktur Utama Antam Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan penambangan emas perusahaan bakal wasalam pada 2026 mendatang.
     
    Arie mengatakan satu-satunya faktor yang bisa menambah produksinya dalam waktu dekat adalah divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia ke PT Indonesia Asahan Aluminium. Antam adalah bagian dari induk usaha pertambangan pimpinan Inalum. 
     
    "Mudah-mudahan dengan adanya Freeport kami dapat peran mengelola emas yang ada di sana," ujar Arie kepada Tempo, Jumat 8 Juni 2018.
     
    Pengelolaan yang dimaksud Arie adalah pengolahan lumpur anoda (anoda slime) yang tergolong material sisa pemurnian tembaga. Lumpur ini bisa diolah Antam menjadi emas batangan.
     
    Selama ini anoda slime milik Freeport dihasilkan dari smelter tembaga PT Smelting Gresik di Jawa Timur--pengolah emas yang juga anak usaha Freeport. Tapi, material itu terpaksa dijual ke luar negeri karena fasilitas pengolahannya belum tersedia di Tanah Air.
     
    Antam sebenarnya merencanakan pembangunan pabrik anoda slime bersama Freeport pada 2016 lalu. Fasilitas akan berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur. Perusahaan mengejar kepemilikan proyek sebesar 40 persen. Tapi kongsi itu kandas lantaran kedua pihak tidak kunjung menyepakati klausul finansial. Arie menargetkan, jika akuisisi Freeport berhasil, Antam bakal melamar Inalum untuk membuat pabrik pengolahan lumpur anoda sendiri.
     
    "Kalau sudah dikuasai Inalum pasti ceritanya beda," tutur Arie.
     
    Sepanjang Januari-April 2018, Antam hanya mampu memproduksi emas 538 kilogram. Torehan itu merosot dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 602 kilogram. 
     
    Sebaliknya, penjualan emas batangan Antam meroket 226 persen ke 6,94 ton pada kuartal I tahun ini. Kuartal I 2017 silam, volumenya hanya 2.128 kg. Arie mengatakan sebagian besar emas yg dijual itu tidak diproduksi sendiri, melainkan dibeli dari pihak lain. "Kemudian kami stempel," katanya. Segmen niaga ini diakui Arie hanya memberikan marjin tipis. Tapi karena volumenya besar, kontribusinya ke total nilai penjualan bersih mencapai 59 persen.
     
    Meski begitu, perusahaan tak kehilangan minat melanjutkan eksplorasi tambang. Arie mengklaim Antam segera melanjutkan penemuan cadangan tambang emas Oksibil di Pegunungan Bintang, Papua. Wilayah ini adalah bekas konsesi Freeport Indonesia. Eksplorasi sempat berhenti lantaran areanya masuk kawasan konservasi. 
     
    Perusahaan juga mengantongi kepemilikan di proyek eksplorasi emas PT Sumbawa Timur Mining bersama PT Vale Indonesia Tbk. Meski prospektif, monetisasi aset di Papua dan Sumbawa baru berhasil pada 6-8 tahun mendatang.
     
     
    Perusahaan turut mengantongi informasi sumber daya emas dan beragam bahan tambang lain berkat proyek survei pendahuluan bersama Newcrest Mining, pengeruk yang bermarkas di Australia. Proyek sudah berlangsung sejak November 2016. Tapi, usaha ini terancam pupus. Sebab kedua pihak tidak memperoleh kepastian konsesi dari pemerintah. "Seharusnya kami bisa mendapat keistimewaan. Seperti di industri hulu minyak dan gas bumi bisa seperti itu," katanya.
     
    Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Gatot Ariyono, mengakui hingga kini sektornya belum mengatur keistimewaan konsesi bagi perusahaan yang menginisiasi penemuan sumber daya pertambangan. Padahal, regulasi tersebut cukup ampuh untuk merangsang eksplorasi komoditas mineral. Bambang berjanji akan mempelajari permintaan Antam. "Nanti kami lihat peluangnya. Karena itu memberi minat orang untuk melakukan penelitian," katanya.
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.