Minggu, 19 Agustus 2018

Faktor-faktor Ini yang Membuat Pilot Garuda Ancam Mogok

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pesawat garuda menunggu proses boarding pass di terminal 2 F  Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (27/7). Pelaksanaan aksi mogok pilot Garuda di bandara Soekarno Hatta sama sekali tidak menimbulkan penumpukan penumpang. Tempo/Arie Basuki

    Sejumlah pesawat garuda menunggu proses boarding pass di terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Kamis (27/7). Pelaksanaan aksi mogok pilot Garuda di bandara Soekarno Hatta sama sekali tidak menimbulkan penumpukan penumpang. Tempo/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Jakarta -Pilot Garuda Indonesia dan karyawan mengancam mogok pada mudik lebaran tahun ini. Namun rencana itu menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, urung dilaksanakan.

    Budi mengatakan ia sudah mendapat laporan dari Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansuri bahwa mogok kerja pilot Garuda dan karyawan akan ditunda. "Proses komunikasi akan dilakukan. Kemarin pak dirut sudah melakukan. Hari Senin nanti dengan saya juga," kata dia di Bandara Soekarno Hatta, Ahad, 3 Juni 2018.

    Ada beberapa hal yang menjadi penyebab pilot Garuda mengancam akan mogok kerja. Menurut Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia Kapten Bintang Handono, proses rekrutmen pilot Garuda saat ini dengan sistem pilot kontrak membahayakan kondisi perusahaan. Sebabnya, "Jika usai kontrak bisa pergi. Nah nanti yang menggantikan siapa?" ujarnya kepada Tempo akhir pekan Lalu.

    Menurut dia, soal rekrutmen pilot Garuda ini direksi perusahaan itu telah membuat kebijakan yang melanggar perjanjian kerjasama yang telah disepakati tanpa sepengetahuan serikat. "Proses rekrutmen pilot tanpa melibatan asosiasi. Sesuai aturan, pilot harus jadi karyawan, tapi malah dikontrak," katanya.

    Karena penerapan sistem rekrutmen pilot seperti ini, Bintang mengatakan pengadaan pilot di Garuda jadi kacau. Bintang juga mengungkapkan faktor yang menyebabkan Garuda Indonesia kian terpuruk adalah direksi perusahaan yang tidak kompeten dan banyak peraturan penerbangan yang dilanggar. "Garuda mulai terpuruk sejak direksi yang sekarang dan banyak aturan penerbangan yang dilanggar," katanya.

    Kondisi ini, kata dia, sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir ini, sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menentukan jajaran direksi baru.

    Baca: Garuda Pastikan Pilot Tidak Mogok Dalam Penerbangan Lebaran 2018

    Salah satu contohnya, kata Bintang, sempat tidak adanya posisi Direktur Teknik dan Operasi dalam jajaran direksi Garuda Indonesia. Padahal, posisi ini salah satu persyaratan di dunia penerbangan. "Padahal itu adalah regulasi penerbangan, harus ada," katanya.

    Namun beberapa bulan kemudian, jabatan ini akhirnya diisi tanpa melalui RUPS." Diisi setelah adanya hasil audit yang menyatakan tidak ada yang bertanggung jawab terkait penerbangan," kata Bintang.

    Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengakui ada perubahan dalam rekrutmen pilot Garuda saat ini. "Betul, pilot sekarang di kontrak 2 tahun, diperpanjang hingga 5 tahun," katanya.

    Jika dalam 5 tahun kinerja pilot kontrak itu baik, menurut Hengky, status pilot itu akan menjadi pilot permanen. Masalah perubahan rekrutmen pilot ini, satu dari sejumlah masalah yang memicu rencana unjuk rasa pilot dan karyawan Garuda Indonesia.

    Sebelumnya, Ketua Harian Sekarga Tomy Tampati memastikan segera menggelar mogok kerja karyawan maskapai pelat merah itu. Menurut Tomy, karyawan dan pilot Garuda Indonesia sepakat melakukan aksi mogok kerja karena cara ini adalah jalan satu-satunya untuk menyelamatkan maskapai ini dari keterpurukan.

    Kepastian mogok kerja karyawan Garuda Indonesia setelah 2 Juni itu merupakan hasil rapat konsolidasi karyawan dan pilot pada Rabu malam, 30 Mei 2018. Mogok akan dilakukan maksimal sepekan, tapi kepastiannya tergantung respons dari pemerintah.

    JONIANSYAH HARDJONO | KARTIKA ANGGRAENI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika Liku Crazy Rich Asians

    Film komedi romantis Crazy Rich Asians menarik banyak perhatian karena bersubjek keluarga-keluarga superkaya Asia Tenggara. Berikut faktanya.