Setelah Dapat THR, Simak Saran Bijak Perencana Keuangan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta demo Perempuan pekerja rumah tangga (PRT) membawa poster THR saat aksi May Day di kawasan Thamrin, Jakarta, 1 Mei 2018. Aksi ini diikuti ratusan peserta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Peserta demo Perempuan pekerja rumah tangga (PRT) membawa poster THR saat aksi May Day di kawasan Thamrin, Jakarta, 1 Mei 2018. Aksi ini diikuti ratusan peserta. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap individu tentu memiliki hak masing-masing untuk memutuskan pemanfaatan uang THR (Tunjangan Hari Raya). Kendati demikian, apakah sudah bijak keputusan tersebut? Sebaiknya anda tidak terburu-buru menghamburkan THR hanya untuk memuaskan nafsu sesaat saja.  

    Head of Wealth Management & Digital Retail Business Bank Commonwealth Ivan Jaya menuturkan masyarakat diuntungkan dengan adanya kewajiban pemberi kerja untuk membayarkan THR setiap tahunnya kepada karyawannya. Oleh karena itu, lanjutnya dana THR harus dikelola dengan bijak supaya dapat dimanfaatkan untuk menutupi kebutuhan hari raya namun juga tidak mengganggu cash flow bulanan.

    Simak: Sri Mulyani: THR PNS Hampir Sama dengan THP Sebulan

    Dia memaparkan untuk mewujudkan hal tersebut, langkah awal yang harus dilakukan adalah menyusun anggaran dan skala prioritas terlebih dahulu untuk kebutuhan hari raya. Selanjutnya, menyisihkan dana tersebut untuk membayar utang, dan investasi untuk menyiapkan masa depan.

    “Idealnya dana THR yang bisa digunakan untuk keperluan hari raya hanya 20%. Dalam pengelolaan THR, kebutuhan untuk hari raya yang harus diprioritaskan seperti pembayaran zakat dan kebutuhan tradisi mudik. Namun, jangan dihabiskan semuanya,” kata Ivan dikutip dari Bisnis.com, Sabtu 2 Mei 2018.

    Kendati begitu, dia menjelaskankan sebenarnya tidak terdapat rumusan 20% untuk hari raya adalah hitungan maksimal. Menurutnya yang paling penting setelah menerima THR, Anda yang harus memastikan kebutuhan utama hari raya terpenuhi terlebih dahulu.

    Setelah itu, lanjut Ivan, prioritas kedua dana THR bisa dimanfaatkan untuk membayar utang dan ditabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pengeluaran tahunan seperti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak kendaraan, atau qurban. “Atau dana THR ini dapat juga diinvestasikan untuk kebutuhan masa depan," lanjut Ivan.

    Ivan menyarankan masyarakat harus mulai terbiasa untuk menyisihkan dana investasi untuk memiliki masa depan yang aman. Sehingga jika menerima dana bonus tidak serta-merta berhasrat untuk membeli kebutuhan konsumtif yang sifatnya hanya untuk kepuasan diri sementara.

    Menurut Ivan, sebaiknya pendapatan tahunan digunakan untuk pengeluaran tahunan dan pendapatan bulanan untuk pengeluaran bulanan. “Idealnya, jumlah yang diinvestasikan adalah 50% dari dana THR,” katanya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?