Lampung Ekspor Kopi Robusta Senilai 7,7 Juta Dolar AS pada April

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja wanita memilih biji kopi yang telah siap panen di sebuah perkebunan di Nueva Guinea, Nikaragua, 29 Desember 2017. REUTERS/Oswaldo Rivas

    Pekerja wanita memilih biji kopi yang telah siap panen di sebuah perkebunan di Nueva Guinea, Nikaragua, 29 Desember 2017. REUTERS/Oswaldo Rivas

    TEMPO.CO, Jakarta -Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung mengatakan bahwa eskpor biji kopi robusta Lampung pada April 2018 sebesar 4.011 ton. "Jumlah itu mendatangkan devisa sebesar US$ 7,7 juta," kata Ketua Renlitbang AEKI Lampung, Muchtar Lutfie, di Bandarlampung, Rabu.

    Ia mengatakan berdasarkan data yang dihimpun Dinas Perdagangan Lampung, menunjukkan ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah itu menuju beberapa negara terutama di kawasan Eropa dan Asia.

    Negara tujuan ekspor Lampung antara lain Alzajair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hong Kong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia.

    Sementara panen kopi di Provinsi Lampung tahun ini diperkirakan turun sekitar 40 hingga 50 persen akibat intensitas musim hujan cukup tinggi pada tahun lalu.

    Baca juga: Ada Rasa Fruity yang Tertinggal Setelah Meneguk Kopi Merapi

    Ketua AEKI Lampung mengatakan bahwa panen biji kopi tahun ini turun hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu. "Akibatnya ekspor kopi Lampung juga dipastikan turun pada tahun ini. Tahun lalu ekspor biji kopi mencapai 300 ribu ton dan pada 2018 ekspor diperkirakan turun hingga 50 persen juga," katanya.

    Ia mengatakan bahwa penurunan produksi komoditas andalan Lampung itu salah satunya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem yang terjadi pada tahun lalu berupa curah hujan cukup tinggi, sehingga bakal buah tanaman kopi banyak yang rontok.

    Akibatnya, ujar dia melanjutkan, produktivitas tanaman kopi turun dari sebelumnya satu ton per hektare menjadi 500 kg. Bahkan ada wilayah di Lampung, hasil panen kopinya hanya 250 kg/ha.

    Juprius mengatakan penurunan hasil panen kopi tahun ini juga tidak dibarengi oleh kenaikan harga biji kopi yang masih bertahan Rp25.000/kg di tingkat petani.

    Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan produksi rata-rata 100.000-120.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 163.837 hektare.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    11 Manfaat Ubi Jalar untuk Kesehatan

    Banyak yang tidak mengetahui bahwa ubi jalar yang dianggap remeh ternyata banyak mempunyai manfaat. Berikut sejumlah manfaat ubi jalar.